banner 728x90

Dukung Penerapan Sistem Informasi Pedesaan

MANGGAR – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Ikhwan Fahrozi menyambut positif kunjungan Komisi I DPRD Beltim ke desa-desa. sebagai mitra kerja, langkah Komisi I dinilai wajib sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi.

Salah satu permasalahan penting yang didapat komisi I dalam kunjungan ke desa adalah belum berjalannya sistem informasi pedesaan. Menurut Ikhwan, dampak positif yang didapat dari kunjungan tersebut, jelas menguntungkan Desa khususnya dukungan pihak legislatif.

“Terkait siatem informasi pedesaan sebenarnya sudah lama direncanakan, tetapi belum berjalan karena belum memiliki peraturan di Desa,” ujar Ikhwan saat dikonfirmasi harian ini, Senin (12/1) kemarin.

Menurutnya, upaya menjalankan sistem informasi pedesaan sebenarnya sudah diterapkan di Desa Lenggang. Namun, selama ini terkendala peraturan sebagai landasan hukum.

“Sekarang sudah ada dan didukung Undang-Undang Desa nomor 6 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah serta Perbup nomor 56 tentang pengadaan barang dan jasa di Desa,” kata Ikhwan.

Sejauh ini, kata Ikhwan, tinggal menunggu instruksi pusat terkait keuangan desa agar sesuai dengan aplikasi desa. Sebab dikhawatirkan, jika penerapan aplikasi didahului justru tidak sesuai instruksi pusat.

“Mudah-mudahan, Insya Allah tahun ini sudah ada sistem informasi pedesaan. Tinggal menyiapkan SDM yang mampu menjalankan, jadi operator. Kita akan adakan Bimtek, pelatihan agar mereka mampu menjalankan aplikasinya,” tukasnya.

Sebelumnya, Wakil ketua Komisi I DPRD Beltim, Dato’ Oman Anggari menegaskan, Pemerintah Desa wajib memiliki aplikasi yang memuat sistem informasi pedesaan. Ia meyakini, aplikasi akan mendukung kelancaran administrasi keuangan Desa.

“Diharapkan setiap Desa di Beltim menerapkan aplikasi sistem informasi pedesaan agar data dan administrasi lebih rapi pada saat pelaporan keuangan,” kata Dato Oman’. (feb)

Related Search

Tags:
author

Author: