banner 728x90

1010 Teguran Dikeluarkan Saat Ops Keselamatan 2019

Jajaran Satlantas Polres Belitung memeriksa kelengkapan surat-menyurat kendaraan bermotor, saat Ops Keselamatan Menumbing 2019.

Jajaran Satlantas Polres Belitung memeriksa kelengkapan surat-menyurat kendaraan bermotor, saat Ops Keselamatan Menumbing 2019.

*Laka MD Menurun Dibandingkan Tahun 2018

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Sebanyak 1010 lembar teguran diberikan kepada pengendara di Belitung pada saat Operasi Keselamatan Menumbing 2019. Operasi ini dilaksanakan mulai Senin (29/4) hingga Minggu (12/5).

Dalam operasi ini, jajaran Satlantas Polres Belitung melakukan razia di sejumlah titik di kawasan Tanjungpandan. Selain itu, juga menggelar sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas di sekolah – sekolah maupun di jalanan.

Hal yang paling unik dilakukan Polantas Polres Belitung yakni, mensosialisasikan larangan merokok pada saat berkendara. Serta, membagikan buku saku pedoman keselamatan berlalu lintas.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, dalam operasi ini kepolisian melakukan kegiatan bersifat Preemtif dan Preventif. Yaitu, dengan mencegah terjadinya kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas di Belitung.

“Data yang kami terima dari Jajaran Satlantas Polres Belitung Tilang Sebanyak 166 lembar, Teguran 1010 lembar, laka lantas dua, meninggal dunia nihil, luka berat satu dan luka ringan satu,” kata AKBP Yudhis Wibisana, Selasa (14/5).

Menurut Kapolres, jumlah kecelakaan meninggal dunia pada saat Operasi Keselamatan 2019 menurun dibandikan 2018. Pada tahun 2018 korban meninggal dunia ada dua orang, sedangkan 2019 nihil. Tahun 2018 korban kecelakaan ada dua kasus.

AKBP Yudhis menjelaskan, di Tanjungpandan sepekan saat operasi keselamatan ada korban meninggal dunia saat berkendara. Yakni pengendara mabuk di kawasan Air Saga dan korban kakek meninggal kecelakaan tunggal di jalan Air Ranggong.

“Untuk yang di Air Saga, tidak masuk dalam operasi keselamatan lantaran laka tunggal dan dalam kondisi mabuk. Sehingga tidak bisa diproses oleh Jasa Raharja. Sehingga, hal itu tidak bisa dimasukan korban ops keselamatan,” jelasnya.

Sedangkan yang kedua, kecelakaan di Air Ranggong. Jajaran Polantas Polres Belitung juga belum bisa memastikan apakah korban meninggal dunia lantaran kecelakaan atau sakit. Sebab pada saat olah TKP tak ditemukan bekas tabrakan.

Bahkan dari keterangan pihak keluarga, korban sering mengeluh sakit kepala. “Kemungkinannya pada saat korban berkendara lalu pusing, sehingga dia berhenti. Sebab, korban meninggal dunia ditemukan di semak-semak hutan,” paparnya.

Setelah Operasi Keselamatan ini, AKBP Yudhis berharap masyarakat tetap patuh terhadap undang-undang lalu lintas. Seperti taat berkendara dan lain sebagainya. Misalnya menggunakan helm, kelengkapan motor serta surat-surat.

“Dan juga tidak mengkonsumi minuman yang memabokan pada saat berkendara. Karena, pengaruh miras saat berkendara menjadi penyumbang terbesar kematian di Belitung,” pungkasnya. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: