banner 728x90

15 Member DSP Beri Keterangan

banner 468x60

*Ibu DSP Akui Untung Ratusan Juta
*Member Setor Dana Miliaran Rupiah

15 member Arisan DSP diperiksa dalam Sidang di PN Tanjungpandan, Selasa (26/9) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Sebanyak 15 member menjadi saksi di persidangan dugaan kasus penipuan berkedok Arisan Online DSP di ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa (26/9) kemarin. Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Hj Adriah, didampingi Hakim Anggota Mahendra dan Andi Bayu Mandala Putera ini, sempat terjadi insiden.

banner 300x250

Pasalnya, terdakwa Destari Sulius Putri, menolak ibunya Lilis Suryani dijadikan saksi. Bahkan, Destari angkat bicara saat persidangan mengenai kesaksian ibunya. Dia keberatan Lilis dijadikan saksi dalam sidang ini.

“Ibu saya bukan member. Saya yang menyuruh mencari nasabah,” ujar Destari, kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan, dan Jaksa Penuntut Umum Kejari Beltim Fransiska dan Amardi P Barus.

Selain orang tua terdakwa, 14 member lainnya yang memberikan keterangan dalam persidangan, yaitu Firnanda, Nini, Shela Lolita, Julianti, dan Yusuf alias Evita Peron, Misran, Vera, Purdianingsih, Angle, Juniari, Fatmawati, Elliya, Etty Suryani, Hallyana dan Chintya.

Di hadapan majelis hakim, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur (Beltim), ibunda Destari ini, sempat berbelit-belit memberikan keterangan. Awalnya, dia tidak mengakui sebagai member. Namun, setelah ditanyai bukti-bukti, akhirnya ia mengaku.

Setelah terjadi perdebatan, akhirnya orang tua Destari tetap dijadikan saksi. Lilis mengakui, dari arisan itu ia mendapat keuntungan sebanyak Rp 172 juta. “Saya hanya menerima uang dari nasabah, setelah itu aku setor ke Admin,” kata Lilis.

Dijelaskan Lilis, awalnya ia tidak pernah mengetahui sejak kapan arisan tersebut berdiri. Katanya, sebelum membuka arisan, anaknya bekerja membuka salon dan butik. Sedangkan, suaminya Al Fajar, bekerja di kolong timah.

Setelah beberapa bulan, ia melihat perubahan drastis dari segi ekonomi anaknya. Yakni, bisa membeli mobil dan benda-benda mewah, seperti perhiasan dan smartphone. Saat ditanyai, Destari dan Al Fajar, mengaku bisnis arisan.

Peran Lilis dalam hal ini yakni menjual list. Yakni, bayar Rp 90 ribu dalam waktu enam bulan bisa mencapai Rp 3 juta. Awalnya, dia curiga dengan hal tersebut, setelah ditanyai, dia menjawab uang itu dari perputaran dana seluruh nasabah.

Akhirnya, wanita ini percaya. Ia tidak ragu terhadap arisan yang dijalankan Destari dan Al Fajar. Selang beberapa bulan, terjadilah gejolak dan muncul laporan itu. “Saya waktu itu menanyakan, ke Destari, ada apa ini, lalu dia jawab, ibu tenang saja tidak ada apa-apa,” pungkasnya.

Sementara itu, Vera member DSP mengaku dalam arisan ini, dia menyetor uang sebanyak kurang lebih Rp 2,8 miliar ke Destari. Uang itu diperoleh dari 600 lebih nasabahnya. Namun yang cair hanya 105 orang. Sedangkan sisanya belum cair.

Saat mencari nasabah, ia menunjukan list dari DSP. Hingga, akhirnya banyak masyarakat Belitung Timur yang menjadi nasabahnya. Dari hasil ia jadi member, wanita ini mendapat keuntungan ratusan juta.

Hal senada diungkapkan Purdianingsih. Awalnya sebelum arisan DSP ini muncul, ia sudah bekerja di Destari yakni, penjaga di butik milik onwernya. Namun, setelah itu ia diajak ikut arisan tersebut, yakni sebagai nasabah.

Setelah itu, dia menjadi member pada 16 Mei 2016 lalu. Dari arisan ini, ia menyetor ke Destari sebanyak kurang lebih Rp 1,5 miliar, dari 412 nasabahnya. Dari, ratusan pengikutnya hanya 99 orang yang cair mendapat tarikan tersebut.

Terpisah, Yusuf alias Evita Peron, juga menyetor uang sebanyak Rp 2,1 miliar dari 605 nasabahnya. Dari ratusan nasabahnya yang cair sebanyak 102 orang. Sedangkan sisanya yakni 403 nasabah belum cair.

Sedangkan, Firnanda, Nini, Shela Lolita, Julianti, Misran, Angle, Juniari, Fatmawati, Elliya, Etty Suryani, Hallyana, Chintya, mereka rata-rata dibawah Rp 1 miliar, dengan nasabah kurang dari 500 orang.

Pantauan Belitong Ekspres, sidang ini mendapat kawalan ketat dari pihak kepolisian dan kejaksaan. Terlihat, Jajaran Polres Belitung dan Polres Belitung Timur, terlihat siaga mengamankan jalannya sidang yang menyita perhatian masyarakat ini.(kin)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: