banner 728x90

19 Ponton TI Apung Dibakar

banner 468x60

*Warga Sudah Merasa Kesal

Berulang kali diingatkan warga untuk tidak beraktifitas, namun ternyata Tambang Inkonvensional Apung atau biasa disebut TI Apung tetap saja merambah kawasan hutan bakau Sungai Jelutung Dusun Kelapo Desa Riding Kecamatan Belinyu.  Tak pelak warga pun kesal dan akhirnya membakar ponton TI tersebut.

PEMBAKARAN ponton TI Apung di Sungai Jelutung Dusun Kelapo Desa Riding Belinyu terjadi sekitar pukul 16.00 wib (19/12). Ada sekitar 19 unit ponton TI rajuk di bakar oleh sekelompok orang tersebut.

banner 300x250

Dari keterangan salah seorang pemilik ponton Musli mengatakan pembakaran terjadi ketika dirinya bersama dengan anak buahnya berikut ponton yang lain sedang bekerja, kemudian tiba-tiba didatangi sekitar 35 orang dengan berjalan kaki menyisiri hutan bakau dan membawa peralatan seperti golok dan palu.” Saat itu mereka minta para pekerja TI menghentikan aktifitasnya dan menyingkir dari lokasi penambangan, kemudian merusak dan membakar ponton setelah itu mereka lari,” ujar Musli kepada wartawan Jumat(23/12).

Berdasar informasi yang berhasil dihimpun wartawan, adapun ponton yang dibakar tersebut antara lain milik, Musli, Opik, Uyin, warga Tanjung Batu, Master warga Gunung Muda, Fongko, Sidi warga Gedong, Edi warga Simpang Cakum, Apui warga Parit Tujuh, Jup, Leri, Jum dan Akong juga warga Pangkal Niur.

Sementara itu Kapolsek Belinyu Kompol Jimmy Kurniawan seizin Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana SIK membenarkan, terjadi pembakaran terhadap aktifitas penambangan TI Apung di Dusun Kelapo Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu tersebut.  “Sebelumnya kami dari Mapolsek Belinyu sudah mengingatkan dan menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktifitas penambangan di kawasan tersebut,” ujar Kapolsek Belinyu kepada wartawan, Jumat(23/12).(joi)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: