banner 728x90

2 Caleg PAN Dituntut 1 Bulan Penjara & Denda Rp 2,5 Juta

Dua caleg PAN Wahyuni dan Azhar menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tanjungpandan, Rabu (13/3) kemarin.

* Merasa Keberatan, Ajukan Pembelaan

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dua calon anggota legislatif (caleg) PAN Wahyuni dan Azhar dituntut satu bulan penjara dan denda Rp 2,5 juta. Pembacaan tuntutan dilakukan JPU Kejari Beltim di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, Rabu (13/3).

JPU Kejari Beltim Wawan Simanjuntak dan Zayin, membacakan tuntutan di hadapan Majelis Hakim PN Tanjungpandan yang diketuai Hari Supriyanto, didampingi Hakim Anggota Andi Bayu Mandala Putera dan Reno Ardian.

Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 523 Ayat 1 junto Pasal 280 Ayat 1 Huruf J, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Tindak Pidana Pemilu.

“Dua terdakwa dituntut dengan hukuman satu bulan penjara, dan denda Rp 2,5 juta atau subsider satu bulan kurungan. Dan dibebankan biaya perkara sebesar Rp 5 ribu,” ujar JPU Kejari Beltim Wawan Simanjuntak.

Adapun hal-hal yang memberatkan tidak ada. Hal meringankan kedua terdakwa bersikap sopan pada saat persidangan dan mengakui kesalahan (perbuatannya). Atas tuntutan itu, keduanya akan mengajukan nota pembelaan secara tertulis.

Sidang yang mengagendakan pembelaan dari kedua terdakwa caleg DPRD Kabupaten Beltim dan DPRD Provinsi Babel, akan dilanjutkan, Kamis (14/3) siang ini. Sedangkan untuk sidang putusannya pada Jumat (15/3) besok. “Kita minta keringanan. Kami mengajukan pembelaan (pledoi),” kata Azhar dan Wahyuni.

Azhar mengatakan, tuntutan yang diajukan JPU ke majelis hakim dinilai sangat memberatkan. Apalagi, dia tidak mengetahui adanya aturan tentang pemilu, yang tidak memperbolehkan memberikan paket sembako.

“Saya akui salah. Tapi, saya meminta keadilan. Sebab, saya benar-benar tidak tahu adanya aturan itu. Makanya, saya ajukan nota keberatan,” kata Azhar kepada Belitong Ekspres, usai persidangan.

Sementara itu, JPU Kejari Beltim Zayin mengatakan, dasar-dasar tuntutan satu bulan oleh kejaksaan lantaran rasa kemanusian. Sebab, yang dilanggar kedua terdakwa bukan merupakan money politik.

Melainkan, tindak pidana pemilu. Yakni larangan memberikan sembako pada saat kampanye. “Meski kerugiannya di bawah Rp 100 ribu, tapi dalam undang-undang pemilu ada larangan untuk memberikan sembako,” kata Zayin.

Diberitakan ebelumnya, Panwascam Gantung, sudah melakukan proses pengkajian terhadap temuan dan laporan awal pembagian paket sembako berisi kopi, gula dan teh oleh kedua caleg. Kemudian prosesnya dilanjutkan ke Bawaslu Kabupaten Beltim.

Di Bawaslu Kabupaten Beltim, kasus dugaan tindak pidana pemilu itu, sempat dikaji serius di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Yakni, terdiri dari pihak Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Beltim.

Hingga akhirnya, pada Selasa (26/2) lalu, kasus dugaan politik uang yang dilakukan dua caleg itu, resmi dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Beltim untuk ditindaklanjuti. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: