banner 728x90

2 Jembatan Desa Penutuk Amblas

Jembatan Cengel di Jalan Utama Desa Penutuk, Kecamatan Lepong, Kabupaten Bangka Selatan, amblas.

LEPONG – Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lepong, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), mengakibatkan jembatan Cengel di Jalan Utama Desa Penutuk amblas, sehingga memutus perjalanan waga setempat. Amblasnya jembatan itu akibat saluran air di bawah jembatan terlalu kecil sehingga tidak bisa menampung debit air yang besar arah hulu Rabu (23/5)sekitar pukul 07.30 WIB.

Kapolres Basel AKBP Aris Sulistyono melalui Kabag Ops, Kompol Erlichson Pasaribu membenarkan kejadian tersebut. “Informasinya memang benar, jembatan putus tersebut disebabkan debit air yang besar dari hulu karena curah hujan yang tinggi dari hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 pukul 01.30 WIB sampai dengan 08.00 WIB. Saluran air di bawah jembatan terlalu kecil sehingga tidak bisa menampung debit air yang besar arah hulu,” ujar Erlichson Pasaribu kepada Radar Bangka.

Menurut perwira melati satu dipundaknya ini,dengan peristiwa jembatan putus tersebut dapat mempengaruhi perekonomian di Pulau Lepar, karena tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda tiga dan roda empat. Pihaknya telah merekomendasikan agar Kapolsek Lepong berkoorsinasi dengan Pak Camat untuk segera menghubungi Dinas terkait sehubungan dengan perbaikan ataupun pembangunan jembatan darurat. “Selain itu agar diberikan tanda peringatan supaya tidak ada yang menjadi korban pada saat malam hari karena tidak tahu bahwa jalan jembatan tersebut tidak dapat dilalui,” pungkas Erlichson.

Sementara itu, Camat Lepar Pongok Dodi Kusumah dikonfirmasi menambahkan putusnya salah satu jembatan yang merupakan jembatan utama membuat akses jalan Desa Penutuk menuju Desa Tanjung Sangkar dan Tanjung Labu terganggu. Menurut Dodi, pihaknya bersama Pemdes Desa Penutuk langsung mencari solusi dengan membuat jalan darurat sebagai jalan alternative menuju dua desa tersebut.

“Betul,ada dua jembatan yang putus, satu jembatan di jalan alternative, satu lagi di jalan utama, dan yang di jalan utama ini sudah diprioritaskan untuk membuat jalan darurat agar masyarakat tetap bisa berjalan menuju Desa Tanjung Sangkar dan Tanjung Labu maupun sebaliknya ke Desa Penutuk,” terang Dodi.

Dia menambahkan dari tadi pagi masyarakat yang akan melintas terpaksa ditunda.Diharapkanya dua jembatan yang putus ini dapat segera dibangun kembali yang permanen.“ Alhamdulillah sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB jalan darurat sudah selesai dan sudah bisa dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat, berkoordinasi dengan Dinas PU Basel. (bim)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: