banner 728x90

25 Pengidap HIV/AIDS Meninggal

*Tercatat Dari Tahun 2009 Sampai 2014

TANJUNGPANDAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung mencatat angka pengidap HIV/AIDSdi Kabupaten Belitung tahun 2014 mengalami penurunan, jika dibandingkan pada tahun 2013 lalu.

 

Pada tahun 2014 tercatat sebanyak 22 pengidap virus HIV/AIDS, yang terdiri dari Pria sebanyak 20 orang dan wanita 2 orang. Sedangkanyang meninggal sebanyak 3 orang. Sementara, di tahun 2013 tercatat sebanyak 26 kasus.Pria berjumlah 14 orang dan wanita 12 orang, meninggal sebanyak  3 orang.

 

Jika dihitung mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2014, jumlah pengidap Virus tersebut tercatat sebanyak 88 orang. Sementara, yang meninggal dunia sebanyak 25 orang dan masih hidup sebanyak 63 orang

 

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Kabupaten Belitung Maju Kitaren menjelaskan, jumlah angka tersebutberasal dari data survey dan data klinik voluntary (VCT) di RSUD Kabupaten Belitungdan Puskesmas Aik Saga. Data tersebut diperolehberdasarkan hasil sampel pengambilan darah yang dilakukan.

 

“Untuk menekan kasus tersebut kami (pihak Dinkes Belitung-red) masih tetap bekerja maksimal. Dan itu kami lakukan melalui kampanye dan sosialisasi langsung ke Masyarakat. Bahkan, melalui media suara (radio red),” kata Maju kepada BE Kamis (5/2) kemarin, di ruang kerjanya.

 

Selain itu, kata Maju, Dinas Kesehatan juga sudah bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) dan BNN (Badan Narkotika Nasional). Caranya dengan melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah dan didesa-desa yang dianggap masih rawan tertular penyakit belum ada obatnya tersebut.

 

“Penyakit ini tidak hanya menular melalui hubungan badan saja. Namun, bisa juga melalui jarum suntik maupun penggunaan narkoba. Virus HIV/AIDStidak hanya menular pada orang tua saja, tapi juga bisa pada orang dewasa maupun anak-anak,”jelasnya.

 

Karena itu, pihaknya menghimbau kepada para orang tua agar terus melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya dari pengaruh lingkungan serta pergaulan bebas. Tujuannya agar tidak terjerumus melakukan hubungan sex bebas, narkoba maupun sejenisnya.

 

“Kami (Dinas Kesehatan, red) berharap agar masyarakat yang merasa mencurigai dirinya beresiko. Segeralah memeriksakan diri ke rumah sakit maupun puskesmas.Jangan ada rasa segan ataupun rasa malu. Sebab, rahasia akan tetap kami jamin dan pemeriksaan tidak dipungut biaya sepersen pun alias gratis,” imbuhnya. (mg1)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: