banner 728x90

ABK KM Bone Jaya Meninggal Dunia

*Kecelakaan Laut Dihantam Tugboat Gandeng

foto A

ABK KM Bone Jaya yang selamat, Ibnu dan Tri Hermanto alias Winto yang sedang dirawat di RSUD Sejiran Setason Bangka Barat

MUNTOK – Kecelakaan laut antara KM Bone Jaya dan tugboat gandeng terjadi di perairan Tanjung Ular, Muntok, Selasa (10/3) dini hari. Akibatnya, satu anak buah kapal (ABK) Bone Jaya meninggal dunia. Sayangnya, baik nama dan nomor lambung dari tugboat sendiri hingga kini belum diketahui.
Plh Kasat Polair Polres Babar Iptu Taufik Zulfikar seizin Kapolres Babar AKBP Daniel Viktor Tobing mengatakan, ABK yang meninggal dunia pada laka laut itu atas nama Joni Iskandar (20). “Dia warga Upang Makmur Banyuasin Sumsel,” kata Taufik saat ditemui Radar Bangka di Mapolres Babar, Rabu (11/3).
Dari hasil pemeriksaan saksi kata Taufik, pada saat kejadian KM Bone Jaya berawak 7 ABK sedang lego jangkar dan hendak istirahat. Namun tiba-tiba saja dari sebelah samping kapal, tugboat menghantam dan mengakibatkan KM Bone Jaya yang dinakhodai Herman alias Ajiman (45), warga Upang Makmur ini tenggelam.
Akibatnya, para ABK mencoba menyelamatkan nyawa masing-masing. Enam orang bergantung di tenda kapal yang belum tenggelam, namun satu orang diantaranya meninggal dunia. Sementara satu orang lagi berenang menggunakan fiber dan akhirnya terdampar di sekitar Tanjungular dan diselamatkan nelayan setempat. “Enam orang nelayan yang masih di lokasi akhirnya diselamatkan KM Harapan Baru dan langsung dibawa ke Pos Satpolair Muntok,” kata dia.
Saat ini keenam korban yakni Herman alias Ajiman (45) Kapten KM Bone Jaya, Syafei (22), Hendra (20), Ibnu (22), Yansyah (20) dan Tri Hermanto alias Winto (15) sedang dilakukan perawatan di RSUD Sejiran Setason Babar. “Untuk kasus ini sedang dilakukan penyelidikan dan kita pun sudah memanggil keterangan dari beberapa saksi,” tutup Taufik.
Disisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang mengeluarkan peringatan dini adanya potensi angin kencang serta gelombang setinggi 2,5 hingga tiga meter bakal terjadi di perairan Bangka Belitung (Babel) pada Kamis (12/3). “Ketinggian gelombang ini berpeluang terjadi di selat Gelasa, perairan Utara Bangka dan selat Karimata bagian Utara dengan kecepatan angin mencapai 38 kilometer per jam,” kata Staf Koordinator Unit Analisa pada Kantor BMKG Pangkalpinang, Evi Diana Prihatiningsih.
Ia mengatakan, pihaknya telah mengimbau agar nakhoda kapal dan pengguna jasa transportasi laut lainnya lebih meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di perairan. “Kita mengimbau pengguna jasa perhubungan laut terutama nelayan untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk ini karena bisa mengakibatkan kecelakaan laut dan mengancam keselamatan jiwa,” ujarnya. Menurut dia, gelombang tinggi juga diprakirakan akan terjadi di perairan Babel lainnya seperti di Selatan Bangka, gelombang diprakirakan akan mencapai ketinggian hingga dua meter yang disertai angin dengan kecepatan mencapai 33 kilometer per jam. “Sedangkan gelombang laut di selat Bangka mencapai ketinggian antara 0,8 hingga 1,5 meter disertai angin dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam,” katanya.
Sementara itu, lanjut Evi, kondisi daratan di Babel masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. “Empat kabupaten di Babel diprakirakan turun hujan ringan sedangkan tiga kabupaten kota lainnya berpeluang hujan dengan intensitas sedang,” ujarnya. Ia menyebutkan, empat daerah yang berpotensi hujan ringan yakni Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Belitung dan Belitung Timur sedangkan hujan dengan intensitas sedang terjadi di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan dan Kota Pangkalpinang.(cr63/ant/rb)

Related Search

Rate this article!
author

Author: