banner 728x90

Ada ASN Kena AIDS

*Honorer & Pelajar SMP Beltim Juga Tertular

MANGGAR – Masyarakat Pulau Belitung nampaknya harus lebih berhati-hati dan pintar menjaga diri jangan sampai terjangkit penyakit HIV/AIDS. Jika tidak, siapa saja bisa tertular penyakit yang mematikan tersebut.

Seperti fakta yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Sebanyak 37 orang terdiri 24 laki-laki dan 13 perempuan ikut tertular.

Jumlah penderita diambil Dinkes Beltim dari data komulatif sejak tahun 2010 hingga 2018.

Pengelola Program Penyakit Menular Dinkes Beltim Gunawan Setiadi mengungkapkan, 37 pasien berasal dari kalangan ibu rumah tangga, pekerja swasta dan pelajar SMP. Bahkan ada penderita yang berstatus PNS dan honorer di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim.

“Mereka rata-rata sudah fase AIDS. Mengambil obatnya di Tanjungpandan, karena melihat stigma di masyarakat mereka malu,” ungkap Gunawan kepada Belitong Ekspres, Rabu (5/12) kemarin.

Menurut Gunawan, beberapa ASN ataupun pegawai Pemerintahan Kabupaten Beltim yang terinfeksi AIDS adalah mereka yang mau mengecek kesehatannya. “Itu kan mereka yang terdeteksi, gak tahu kan kalau yang belum terdeteksi. Mungkin karena malu tes,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, awalnya para penderita tidak merasa mempunya penyakit seperti itu. Mereka mungkin menduga hanya ada gejala lain, bukan penyakit berbahaya tersebut. Namun, setelah ditawarkan untuk test, akhirnya mereka ketahuan dan langsung minum obat. “Obatnya ini kan gratis,” terang Gunawan.

Semua pasien yang positif AIDS ini merupakan orang-orang yang masih produktif. Untuk ASN, penanganannya juga sama seperti pasien lainnya, tetap dilakukan pendampingan.

“Mereka orang-orang produktif, bekerja seperti biasa. Gak ada halangan. Ada mereka yang bekerja berat mereka masih kuat. Dari bentuk badan normal. Mereka ngambil obat satu bulan sekali, kalau untuk cek CD4/ cek kekebalan kita sarankan enam bulan sekali. Itu ngeceknya di Tanjungpandan,” jelas Gunawan.

Sama halnya, dengan ibu rumah tangga yang hamil dan pelajar (perempuan) yang tertular. Mereka hingga saat ini rutin minum obat. “Kalau tahun kemarin ada 1 orang umur 3 bulan meninggal dunia, ia tertular dari ibunya. Termasuk 1 orang lagi yang meninggal dunia tahun ini (2018). Tapi angkanya tetap masih segitu (37 orang),” jelas Gunawan.

Awal tahun 2010 data penderita diambil dari Rumah Sakit Tanjungpandan. Lantas data dari Dinkes Beltim sejak tahun 2014. “Kemudian di tahun 2016 baru kita mulai lagi. Di rumah sakit dan Puskesmas Manggar. Kita fokus ke penyakit beresiko, terkait Permenkes Nomor 52 semua ibu hamil kita cek,” paparnya.

Selain itu, dikatakan Gunawan, pada tahun 2017 calon pengantin juga ikut diperiksa, termasuk para ibu-ibu hamil. Jangan sampai nanti tertular ke anaknya. “Kalau dari kementerian kesehatan target tahun ini 7 ibu hamil harus ditemukan positif. Tapi kita sekarang baru ketemu 3 ibu hamil yang positif. Semuanya sudah melahirkan, jalani terapi juga sudah,” tukasnya.

Gunawan menambahkan, jika terdapat penularan terhadap bayi, mereka sudah melakukan terapi dari awal. “Untuk umur 18 bulan sebenarnya sudah bisa dilakukan pengecekan. Tetapi karena biayanya yang mahal, dan itu tidak ditanggung BPJS maupun dari Dinas Kesehatan, kita bebankan ke orangtuanya. Namun orang tuanya belum mampu,” bebernya.

Oleh karena itu, Dinkes Beltim berharap agar masyarakat jangan malu melakukan tes kesehatan. Terutama bagi kelompok yang beresiko disarankan untuk segera test dan rahasia dijamin. Hal itu selalu mereka sampaikan saat edukasi penyuluhan kepada masyarakat.

“Nah, kalau sudah terkena tetap kita pendampingan ke mereka, jangan sampai mereka putus obat. Orang- orang terdekat yang berhubungan juga kita edukasi, kita ajak untuk berobat atau untuk tes. Hasilnya seperti apa, terus kita obati, pertahankan jangan sampai putus obat.

Karena kalau putus obat kasihan mereka, dosis obatnya nanti akan naik lagi, walaupun obat ini belum menyembuhkan, tapi mempertahankan,” tandas Gunawan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 37 warga Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menjadi pasien penyakit HIV/AIDS. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Beltim, 1 diantara penderita penyakit mematikan itu adalah ibu hamil.

“Semua pasien adalah warga Beltim, bukan pendatang,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Beltim, Supeni kepada Belitong Ekspres, Senin (3/12) kemarin.

Sebelumnya, tahun ini 2018 Dinkes telah melakukan pengecekan HIV terhadap para pekerja malam yang tersebar di seluruh wilayah Beltim. Supeni memastikan hasil dari pengecekan tersebut adalah Negatif HIV/AIDS.

“Kita memeriksa sebanyak 437 orang pekerja malam di seluruh beltim, haslinya negatif semua,” terang Supeni. (Mg1)

Related Search

Rate this article!
Ada ASN Kena AIDS,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: