banner 728x90

Ada Fenomena LSL Potensi Tertular Besar

TANJUNGPANDAN-Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung Yulia mengatakan, ada fenomena aneh saat ini terkait orang yang beresiko tertular virus HIV/AIDS yaitu lelaki seks lelaki (LSL).

“Dari informasinya, di Belitung sudah ada yang LSL, namum tidak gampang untuk mengakses mereka. Sebab mereka sangat tertutup sekali,” jelasnya pada Belitong Ekspres Rabu (16/11) kemarin di ruangannya.
Yulia menjelaskan, virus HIV merupakan jenis virus yang bisa menular tapi dengan cara-cara tertentu. Ada beberapa poin seperti penularan melalui darah misalnya melalui suntikan yang sudah pernah dipakai korban, melalui air susu ibu, dan melalui sperma dan vagina dengan hubungan seks. “Yang sudah terinfeksi penyakit HIV dengan jangka waktu tertentu akan berubah menjadi AIDS,” ujarnya.

Menurut Yulia, untuk mendeteksi orang yang beresiko HIV sangat sulit. Tapi, jika sudah memasuki stadium satu AIDS gejala orang yang terinfeksi akan terlihat seperti deman tinggi, sering timbul sarian pada mulut , gatal-gatal, berat badan yang turun dratis. “Kalau udah masuk AIDS stadium empat berarti sudah parah,” katanya.

Kata Yulia, penyebaran virus HIV didalam tubuh tergantung dari anti body atau daya tahan tubuh dari si korban. Lantas, jika daya tahan tubuhnya kuat akan menahan peredaran virus tersebut. Ada solusi untuk memperlambat peredaran virus HIV didalam tubuh. Pertama, menjaga pola hidup yang sehat dengan tidak merokok, menjaga pola tidur dan tidak mimum-munuman beralkohol. Selain itu , rutin melakukan konseling, pengobatan dan tidak melakukan lagi seks secara bebas.

Yulia mengungkapkan, data yang ada untuk yang terkena HIV pada tahun ini sampai bulan Oktober berjumlah 19 orang dan AIDS berjumlah 7 orang. “Jumlah tersebut merupakan data di tahun ini saja. Jika di akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya lebih dari 150 kasus,” ungkapnya.

Yulia mengungkapkan, tempat hiburan malam (THM) berpotensi pertama terjadi transaksi seksual. Ada salah satu Tempat Hiburan Malam HM yang tidak mau diperiksa. Lantas, ini nanti akan menjadi masukan bagaimana caranya supaya mereka bisa diperiksa. Sebab, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk melihat status mereka kalau ada yang positif sehingga bisa berikan konseling, penggobatan dengan akurat.

“Kami harapkan agar masyarakat juga peduli kalau ada warganya yang diindikasi beresiko dan segera melakukan pemeriksaan mumpung gratis serta tidak mendiskriminasi mereka yang sudah kena. Sebab mereka juga manusia yang harus kita rangkul bersama,” tutupnya.(mg1)

Related Search

Tags:
author

Author: