banner 728x90

Ada Kesalahan Ketik, DPRD Interupsi

banner 468x60

* KUA PPAS APBD 2018 Diusulkan Rp 858,2 M
* DPRD Beltim Minta Itu Jangan Terulang Lagi

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (RKUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 Kabupaten Belitung Timur (Beltim) oleh Bupati Beltim, Yuslih Ihza,SE pada Paripurna DPRD Beltim (13/9) kemarin, diwarnai interupsi anggota DPRD Beltim. Interupsi ini terkait adanya kesalahan ketik pada RKUA PPAS APBD 2018 yang disampaikan Bupati tersebut.

banner 300x250

Interupsi yang disampaikan Sayuti dari Fraksi Partai Bulan Bintang (F-PBB). Karena menurutnya ada Koreksi saat Yuslih menyampaikan bahwa “Pendapatan Asli Daerah” (PAD) Beltim sebesar Rp 716,3 M. Uting sapaan akrab Sayuti menduga kemungkinan besar ada kesalahan tulis pada dokumen yang disampaikan Yuslih. Sebab PAD Beltim tak mungkin sebesar angka yang disampaikan. Dia meminta hal serupa tidak terulang lagi pada Paripurna.

Dengan adanya Interupsi itu Bupati pun langsung menjawab dan membenarkan hal tersebut terjadi karena kemungkinan adanya salah ketik. Bahkan Yuslih juga meminta untuk melakukan perbaikan dan membicarakan hal ini lebih lanjut.

Bupati Beltim, Yuslih juga diketahui langsung menggelar pertemuan dengan Politisi PBB Uting dan juga didampingi Ketua Fraksi PBB Koko Haryanto. Tampak pula sejumlah ASN di Dinas Komunikasi dan Informatika Beltim datang ke Kantor Bupati Beltim, yang diduga untuk membahas permasalahan salah ketik tersebut.

Sebagian Awak media pun menunggu apa yang dibahas diruang kerja Bupati. Dan, akhirnya Plt. Sekda Beltim Ikhwan Fakhrozi mengklarifikasi hal ini.

Menurut Ikhwan, ada kesalahan pengetikan dokumen penyampaian KUA PPAS RAPBD Beltim 2017 oleh ASN di Beltim, pada saat Bupati menyampaikannya di rapat Paripurna.

Dijelaskan Ikhwan, Seharusnya yang tertulis dan dibacakan Bupati adalah total Pendapatan Daerah, Sementara yang dibacakan Yuslih adalah “Pendapatan Asli Daerah” (PAD). Bahkan Ikhwan Mengaku sudah dikoreksi sebelumnya, dan Ia menduga pengetik dokumen tersebut kurang mengerti istilah-isitilah keuangan daerah.

“Seharusnya itu Total pendapatan daerah sebesar Rp 716,3 M. Ini kumpulan dari Dana perimbangan sebesar Rp.521 M, Pendapatan Lain-lain yang sah sebesar Rp 68 M, dan Ini memang kesalahan ketik,” ujar Ikhwan
Menurut Ikhwan, adalah sesuatu yang wajar jika disebut bahwa Bupati Beltim Yuslih Ihza kecewa dengan kesalahan tersebut. Diterangkannya hal ini akan menjadi perhatiannya ke depan dan membina para ASN untuk lebih teliti.

Dan, kesalahan ini juga tidak akan sampai pada sanksi terhadap pengetik dokumen. “Saya kira tidak, karena ini sifatnya bukan rahasia negara, dan ini tugas-tugas keseharian. Mungkin ada kekhilafan. Sebagai manusia itu manusiawi karena ada beban-beban tugas yang kadang menjadi beban mereka,” sebutnya.

Menurut Ikhwan, PAD ditargetkan Rp.46,4 M. Angka tersebut jauh turun dibanding target PAD Beltim 2017 yang ada di kisaran Rp.90-an M. “Itu karena ada beberapa sumber PAD yang diserahkan ke Provinsi Bangka Belitung,” terang Ikhwan.

Sementara itu Ketua DPRD Beltim Tom Haryono Harun, mengatakan hal ini (Salah ketik,red) sudah dilakukan berulang ulang, bahkan ditahun lalu pun demikian. Sebenarnya menurut Tom hal ini adalah kesalahan kecil tapi sangat fatal jika terus dilakukan. “Tadi juga sudah kami sampaikan ke Pak Sekda (Ikhwan Fahrozi) agar kesalahn kecil seperti ini jangan terulang kembali, Untuk itu Kami meminta sebelum paripurna untuk penyampaian masalah nilai atau angka angka untuk dikoreksi dengan baik, oleh tim TAPD,” pinta Tom.

Dan menurut Tom apa yang disampaikan Bupati Beltim, belumlah final dan masih akan dilakukan kembali. Karena itu Tom Juga meminta agar kedepan jangan sampai terulang kembali.

Senada juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Beltim, Drs.Jafri agar meminta tim penyusun jangan salah kembali untuk menyampaikan masalah tersebut. Dan Jafri pun mengakui kemungkinan itu ada salah pada pengetikan.

“Makanya kami meminta sebelum itu naik ke Bupati kami minta di cek dan ricek, jangan sampai Bupati nantinya salah membacakan apa yang dituliskan pada sambutan tersebut, yang karena kelalaian bawahannya,” sebut Jafri sembari menyebutkan jangan sampai ini terjadi lagi.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Beltim sempat menyampaikan rancangan KUA PPAS APBD Beltim 2018 pada sidang paripurna, Rancangan APBD Beltim 2018 sebesar Rpp 858,3 Miliar. Besaran ini dinyatakan mengalami kenaikan sebesar 6,53 % dibandingkan APBD Beltim 2017 yang sebesar Rp 805,6 Miliar.

Rinciannya, Pemkab Beltim mengajukan Kebijakan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 406,2 M atau naik 3,51 % dari tahun 2017 sebesar Rp 392,4 M. Sementara Kebijakan Belanja Langsung diusulkan sebesar Rp 452 M atau naik 9,4 % dari tahun 2017 yang sebesar Rp 413,1 M. Lalu, Penerimaan Pembiayaan Daerah diusulkan sebesar Rp 142,9 M (naik 425,3 persen dibanding 2017 sebesar Rp 27,2 M) dan Pengeluaraan Pembiayaan Daerah sebesar Rp 1 M (turun 33,33 persen dari tahun 2017 sebesar Rp 1,5 M).

Adapun untuk Pendapatan Daerah diusulkan sebesar Rp 716,3 M. Jumlah ini terdiri dari Dana Perimbangan sebesar Rp 521,3 M (turun 12,05 % dari tahun 2017 sebesar Rp 592,z M) dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp. 68,7 M (turun 28,1 %dari tahun 2017 sebesar Rp 95,5 M). (feb)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: