banner 728x90

Ada Temuan Pangan Tak Layak Konsumsi

banner 468x60

Tim Gabungan Jejaring Keamanan Pangan Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan pengecekan pangan di salah satu swalayan di Tanjungpandan.

//Timgab Warning Swalayan di Tanjungpandan
TANJUNGPANDAN – Tim Gabungan (Timgab) Jejaring Keamanan Pangan Provinsi Bangka Belitung (Babel) menemukan beberapa produk makanan tak layak konsumsi dan produk makanan tidak mempunyai tanggal expired (kadaluarsa). Produk makanan tersebut ditemukan saat dilakukan pengecekan di sejumlah Swalayan di Kota
Tanjungpandan Minggu (3/6) sore kemarin.
Tim Gabungan terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Polda Babel, Satpol PP Provinsi Babel dan Balai Karantina Ikan Kabupaten Belitung.
Mereka juga melakukan pengecekan terhadap kualitas barang khususnya bahan pangan di dua tempat Swalayan dan Pasar Baro Pangkallalang, Tanjungpandan. Tim Gabungan ingin memastikan produk makanan layak konsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya.
Sekertaris Tim Gabungan Jejaring Keamanan Pangan Provinsi Babel Pairus mengatakan, tujuan pengawasan keamanan pangan ini, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, masyarakat dalam mengkonsumsi pangan dapat merasa aman, baik itu pangan segar maupun pangan olahan.
Menurutnya, pengawasan dan pengecekan ini akan dilakukan selama dua hari kedepan. Selain melakukan pengecekan di beberapa tempat di Kabupaten Belitung, Tim Gabungan juga bakal melakukan kegiatan yang sama di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
“Jadi kita Tim Gabungan Jejaring Keamanan Pangan Provinsi Babel akan melakukan pengecekan di beberapa tempat baik di Belitung maupun di Belitung Timur untuk beberapa hari kedepan,” jelasnya kepada Belitong Ekspres.
Terkait adanya produk pangan yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penjualan di salah satu Swalayan Pairus membenarkannya. Produk pangan segar sebagian ada yang kemasannya rusak, dan tidak terdapat tanggal kadaluarsa. Selain itu, juga ditemukan berupa beras di salah satu swalayan yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sebagai tindak lanjutnya kata Pairus, pihak swalayan diberikan tenggang waktu selama dua hari kedepan untuk memperbaiki dan menata kembali, agar produk-produk pangan yang rusak tersebut tidak lagi dijual kembali kepada konsumen.
“Kami berikan pembinaan dan peringatan kepada pihak swalayan tersebut agar segera diperbaiki. Namun jika dalam waktu dua hari kedepan tidak kunjung diperbaiki, silahkan untuk diambil tindakan tegas,” katanya.
Kabid Perlindungam Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi babel Rinaldy menambahkan, terkait temuan tersebut masih bisa ditolerir. Sebab, jumlahnya tidak terlalu banyak. Namun, jika masih diulangi kembali tentunya ada indikasi faktor kesengajaan.
“Oleh sebab itu masih ada tenggang waktu dua hari ke depan bagi pihak swalayan untuk memperbaiki hal tersebut. Sedangkan untuk di beberapa tempat lainnya tidak ada ditemukan masalah,” terang Rinaldy.
Sementara itu Manager Area Swalayan Indra mengatakan, sesuai prosedur pihaknya sudah menginstruksikan kepada karyawan untuk melaksanakan proses vivo kepada setiap produk. Hal itu untuk menghindari barang-barang yang sudah expired agar tidak dijual.
Menurut Indra, pihaknya selalu menjaga kebersihan toko Swalayan, baik pagi hari maupun sebelum tutup pada malam harinya. “Kita akan langsung benahi dan perbaiki sekarang juga. Untuk barang-barang yang rusak akan segera kita musnahkan,” katanya. (rez)

banner 300x250

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: