banner 728x90

Agro Wisata PT Timah Mulai Menunjukkan Hasil

 


caption: Kepala Unit PT Timah Belitung, Sigit Wibowo dan jajarannya, melakukan panen Ikan Lele di kolong eks tambang timah di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung, Beltim.

//Panen Ikan Lele di Kolong Eks Tambang

MANGGAR – Memanfaatkan lahan eks tambang atau reklamasi menjadi lahan produktif, saat ini menjadi pilihan yang menjanjikan bagi PT Timah Tbk. Lahan eks tambang tidak lagi dibiarkan begitu saja tetapi dijadikan agro wisata.
Salah satu agro wisata yang mulai menunjukkan hasil menjanjikan adalah agro wisata di Desa Selinsing Kecamatan Gantung. Sejak dipromosikan sebagai agro wisata beberapa tahun lalu, lahan yang semula gersang dan terbuka, kini mulai didominasi warna hijau karena tanaman.
Kepala Unit PT Timah Belitung, Sigit Wibowo mengatakan agro wisata Desa Selinsing merupakan konsep yang dibangun PT Timah untuk menata lokasi-lokasi eks tambang.
“Sebenarnya kita mau memberikan contoh untuk lokasi-lokasi yang lain. Kalau ini berhasil, kita akan terapkan di lokasi yang lain. Di sini lengkap, ada tanaman buah-buahan, tanaman lokal dan disini karena penataan awal untuk peternakan ikan jadi kita buat kerambah ikan,” ungkap Sigit seusai kegiatan senam bersama dan panen ikan lele di kawasan Agro Wisata Desa Selinsing, Jum’at (3/11) kemarin.
Melihat perkembangan agro wisata Desa Selinsing, bukan tidak mungkin dikembangkan menjadi destinasi wisata di Beltim. Jika selama ini, Beltim dikenal karena Laskar Pelangi, Kampong Ahok dan pantai-pantai putih maka agro wisata menambah tujuan wisata yang wajib dikunjungi.
“Cita-cita kami menjadikan tempat ini tujuan wisata. Beltim terutama di Manggar masih terbatas tempat wisata. Kita mencoba konsep wisata berbasis tambang, ini salah satunya. Walau kecil paling tidak konsep untuk kesananya seperti itu,” kata Sigit.
Sigit menambahkan, eks tambang yang membentuk danau juga dimanfaatkan sebagai budidaya ikan. Beberapa jenis ikan telah dikembangkan dan memberikan hasil yang baik. Ikan-ikan yang dibudidayakan dalam kerambah, terbukti layak konsumsi meskipun di lokasi eks tambang.
“Kita mencoba panen lele, yang kita tebar beberapa waktu lalu kita panen. Kita mau melihat seperti apa kualitas lele yang kita kembangkan di sini dan hasilnya bagus. Tidak ada mineral atau zat-zat yang berbahaya dalam kandungan lele dan sudah dianalisa. Artinya ini sudah siap konsumsi. Tentu masih banyak peluang yang bisa kita lakukan disini,” terang Sigit.
“PT Timah berharap bisa mengembangkan program bagi masyarakat. Bisa melalui Bumdes, koperasi dan badan usaha lainnya,” ulasnya.
Sementara itu, Sekretaris Camat Gantung Erwansyah menyambut baik kehadiran PT Timah sebagai pelopor agro wisata di lokasi eks tambang. Sebagai langkah awal, pengembangan konsep agro wisata menjadi potensi ekonomi di masa depan.
“Kerambah-kerambah ikan punya potensi ekonomi bagi karyawan. Sekaligus bisa menjadi wisata agro kedepannya. Ini salah satu bentuk program reklamasi yang melibatkan perusahaan tambang itu sendiri,” kata Erwan.
Kegiatan senam bersama dan panen ikan lele di agro wisata Desa Selinsing dihadiri Camat Gantung, Danramil Gantung, anggota Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Selinsing, karyawan PT Timah dan warga sekitar. (msi/adv)

Related Search

Tags:
author

Author: