banner 728x90

Air Kantung Terancam ‘Terkatung-katung’, 2000 Unit Kapal Kandas!

// Nelayan: Pengerukan oleh PT Pulomas Cuma Hasilkan 2 Gunung Pasir di Muara

DIPERKIRAKAN, 2000 unit Kapal Nelayan kandas tak bisa melaut. Pasalnya, alur Muara Air Kantung sebagai akses keluar masuk kapal nelayan mengalami pendangkalan.

TAMPAK Senin (12/2), jejeran ribuan kapal nelayan nyaris tak bisa bergerak. Ketinggian air yang berada di alur muara ini hanya mencapai 1 meter. Sementara, normal bisa dilewati minimal 3 meter.

“Sudah kurang lebih satu minggu pendangkalan. Luar biasa sehingga nelayan juga tidak bisa melaut,” ungkap Syarifudin salah satu Nelayan setempat, kemarin (12/2).

Ia utarakan, kondisi itu penyebabnya gelombang atau faktor cuaca. Namun juga terjadi karena pengerukan alur muara yang dilakukan pihak PT Pulomas selama 7 tahun yang dapat dikatakan tanpa memberikan dampak bagi nelayan.

Dalam kondisi kemarin, pengerukan dilakukan PT. Pulomas dengan menggunakan tiga unit eskavator dinilai nelayan tidak efektif. Apalagi jika gelombang besar tumpukan pasir yang berada di alur muara kembali abrasi dan akan menutupi alur muara. “Kalau masalah pengerukan ya bisa kita lihat sendiri sudah selama 7 tahun, ya hasilnya begitulah, nggak ada dampak. Hanya memberikan dampak dua (pasir) gunung di kiri kanan muara Air Kantung itu,” tukasnya.

Hal yang dikerjakan bertahun-tahun oleh PT. Pulomas ini dinilai tidak pernah menghasilkan sesuai apa yang diinginkan dan diimpikan masyarakat setempat. Syarifudin berharap pihak pemerintah agar lebih peduli menyikapi dan dapat mengatasi permasalahan ini.

“Jadi harapan kita kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus bertanggung jawab penuh mengatasi masalah ini,” tukasnya.

Selain pihak PT Pulomas dan Pemda, juga ikut bertanggungjawab adalah Pelabuhan Perikanan Nusantara, Sungailiat. Diharap ada upaya mendobrak anggaran dari pusat. Selain itu PT Timah diharapkan tidak boleh lepas tangan.

“Jadi semua element itu harus bertanggung jawab dan bekerja sama, jangan saling menyalahkan. Kita sama-sama duduk selesaikan perkara yang bertahun-tahun terjadi di wilayah ini,” pintanya.

Dalam situasi kemarin di muara Air Kantung Sungailiat terlihat sejumlah kapal nelayan nekad keluar untuk melintasi alur muara ini. Namun banyak kapal yang akhirnya kandas dan harus ditarik menggunakan eskavator. Nah, sampai kapan?(trh)

Related Search

author

Author: