banner 728x90

Akhir Tahun 2017 RSUD Target Naik Kelas

banner 468x60

 

caption: Direktur RSUD Beltim Suhartini saat mendampingi salah seorang penilai akreditasi Satria Gobel melihat-lihat fasiltas RSUD Beltim. foto ist

 

banner 300x250

MANGGAR – Akhir tahun 2017 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beltim akan naik kelas dari type D, ke type C. Jika dalam penilaian akreditasi RSUD Beltim dinyatakan lulus, maka pengajuan kenaikan type akan bisa terlaksana.
Hasil penilaian akreditasi baru akan dapat diketahui satu bulan mendatang. Nilai akreditasi yang harus didapat dari RSUD minimal mencapai 80.
“Tolong doakan agar akreditasi ini kita lulus biar RS kita dapat naik kelas ke type C. Otomatis kalau naik kelas pelayanan kesehatan bagi masyarakat akan lebih baik dan meningkat serta pemasukan bagi daerah akan bertambah,” pinta Direktur RSUD Beltim, Suhartini seusai penutupan Penilaian Akreditasi RSUD Beltim, Rabu (25/10).
Mantan dokter Puskesmas Manggar ini menargetkan kenaikan type akan terlaksana sebelum 2017 berakhir. Ia optimis nilai akreditasi yang diperoleh akan melebihi 80.
“Kita sudah pernah melaksanakan penilaian akreditasi sendiri versi internal kita dan hasilnya sudah lebih dari 80. Makanya kita sudah koordinasi ke Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, hal pertama yang dilakukan setelah lulus akreditasi, adalah pengajukan kenaikan type, pengukuhan dan visitasi,” ungkap Suhartini.
Menurutnya RSUD Beltim sudah tidak pantas lagi menyandang type D. Hal ini mengingat SDM, fasiltas, dan pelayanan RSUD Beltim sudah masuk untuk type C. “Kita ini type D kegemukan. D sudah lewat, C belum sampai,” candanya.
Terkait kendala dokter spesialisi anak yang belum dimiliki oleh RSUD, Suhartini mengatakan dalam waktu dekat Bupati akan MoU dengan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis). Nantinya RSUD Beltim tidak akan kekurangan 4 dokter spesialis wajib, yakni spesialis penyakit dalam, kandungan, anastesi dan anak.
“Kalau untuk toilet yang buntu, kita sudah siapkan bagian umum untuk langsung memperbaiki. Kalau ketersediaan darah di UTD, memang itu masih kendala mengingat kebutuhan darah kita perbulan mencapai 250 kantong, sedangkan pendonor kita hanya 200-an orang, itu pun hanya untuk tiga bulan sekali,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Surveyor Akreditasi, Hamdi Syarifudin mengatakan pelayanan RSUD Beltim sudah cukup baik. Untuk penilaian akreditasi, ia menyatakan keputusan harus dirapatkan dengan tim di Jakarta.
“Kalau penilaian resmi satu bulan lagi keluar. Saya hanya bisa memberikan pandangan-pandangan kepada tim di Jakarta, keputusan nilainya di sana,” kata Hamdi.
Dokter spesialis paru-paru di RS Mitra Keluarga Bekasi itu hanya memberi masukan agar pihak manajemen RSUD dan tenaga medis dapat meningkat kerjasamanya. Namun ia kembali menekan semuanya sudah berjalan baik, hanya perlu ditingkatkan.
“Bukan kurang, hanya perlu ditingkatkan. Wajar saja, direkturnya kan belum genap satu tahun tapi cukup energik kok karena masih muda. Itu saja masukan kita, yang lain sudah baik,” ujar Hamdi. (@2!/diskominfo)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: