banner 728x90

Aksi Band Tutup Festival Pelajar 2018

MANGGAR – Masyarakat benar-benar terhibur dengan aksi band-band lokal saat menampilkan lagu-lagu bertema anti napza di Pantai Nyiur Melambai, Sabtu (12/8) malam. Aksi band juga menandai penutupan festival band pelajar 2018 yang berlangsung selama dua hari, 10-11 Agustus.

Festival band pelajar 2018 merupakan wadah kreatifitas yang diadakan Pemerintah daerah Kabupaten Beltim melalui Kantor Kesbangpol. Kegiatan yang telah berlangsung selama 2 hari, diikuti 15 tim (band) pelajar sekolah di Beltim dan Belitung. Sasaran dan tujuan adalah membentuk generasi pemuda yang kreatif dan menyatakan tidak pada narkoba.

“Pemerintah telah menyatakan perang karena narkoba merusak anak bangsa Indonesia. 40 orang meninggal dan mati sia-sia setiap hari. Narkoba berbahaya karena mempengaruhi dan merusak syaraf. Dapat menimbulkan perubahan perilaku serta tidak mengenal jabatan dan profesi,” ujar Yusmawandi selaku Kepala Kantor Kesbangpol, Sabtu (11/8) malam.

Ia tidak menampik, berbagai kegiatan mencegah dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba terus menerus digiatkan. Termasuk mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif seperti lomba cipta lagu anti narkoba.

“Untuk mencegah diperlukan pengawasan orang tua, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lingkungan yang ada. Generasi muda harus tumbuh sehat dan cerdas, sehat jasmani dan rohani serta harus punya kreasi sehingga diperlukan dukungan,” kata Yusmawandi.

Yusmawandi juga berharap generasi muda membentuk komunitas-komunitas yang diarahkan pada hal-hal positif. Semisal wadah menyalurkan bakat dan hobi, khususnya ikut mengembangkan pariwisata di daerah.

Mewakili Bupati Beltim, Wabup Burhanudin (Aan) memberikan apresiasi yang tinggi dan berbahagia dengan partisipasi dari pelajar, para musisi muda dan insan seni dari Belitung Timur, yang telah ikut meramaikan festival.

“Acara seperti ini sangat di tunggu-tunggu, dimana kreativitas para seniman muda, para pelajar di Belitung Timur dituangkan kedalam sebuah Festival Band seperti saat ini. Berbicara mengenai musik tidak terlepas dari keselarasan harnonisasi dan perasaan. Musik merupakan bahasa gobal dimana musik sebagai wujud menyampaikan perasaan, situasi, kondisi yang tergambar secara imajinatif dengan satu keselarasan dan perekat satu kesatuan dan kebersamaan ketena musnk tidak mengenal perbedaan,” ungkap Aan.

Aan melanjutkan, sebagai wujud perhatian Pemerintah Daerah terhadap para pelajar dan anak muda yang menggemari musik dan berkarya melalui musik serta upaya penanggulangan dan pencegahan terhadap bahaya narkoba, maka upaya-upaya dalam membantu mengembangkan dan membangkitkan potensi-potensi yang ada di kawula muda. Khususnya remaja dengan berbagai event-event kegiatan haruslah ditingkatkan. Berangkat dari keinginan tersebut maka muncullah event Festival Band PeIajar Tahun 2018 se-Kabupaten Belitung Timur.

“Mudah-mudahan kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membantu anak bangsa di Kabupaten Belitung Timur untuk terlepas dan terhindar dari masalah modernisasi negatif serta dapat menjadikan dirinya menjadi generasi berprestasi yang gemilang,” harap Aan. (msi)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: