banner 728x90

Alam Belitung, Sebuah Lukisan Sang Pencipta

*Keindahan Belitung Layak Jadi Maldives-nya Indonesia

foto A. Batu belayar - Copy

Reihard bersama istri dan anaknya saat berfoto di objek wisata Batu Belayar. Batu Belayar adalah salah satu spot favorit bagi wisatawan untuk berfoto ria, yang lokasinya tak jauh dari Pulau Lengkuas.

SIJUK-Keindahan pantai-pantai dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Belitung tak perlu diragukan lagi. Pantai berpasir putih dengan air laut jernih berwarna kebiruan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Ditambah lagi pesona susunan batu-batu granit menjulang yang menjadi ciri khas pantai-pantai di Negeri Laskar Pelangi.

Setidaknya ini dirasakan Reihard Nainggolan wisatawan asal Jakarta, yang sengaja memboyong anak istrinya  untuk berakhir pekan di Belitung. Bagi dia, keindahan alam di Belitung merupakan sebuah lukisan sang pencipta yang tak bisa dijumpai di daerah manapun.Reihard mengaku sudah lima hari berada di Belitung sejak Jumat (14/5) pekan lalu. Ia bersama istri dan sang buah hatinya, telah mengunjungi sejumlah objek, di antaranya Pantai Tanjung Kelayang, Tanjung Tinggi, Pulau Lengkuas dan sekitarnya.

Keindahan Palau Lengkuas salah satunya, yang membuat ia  kagum dan tak mampu berkata-kata. Selain memiliki pemandangan laut biru yang menakjubkan dari atas menara, Pulau Lengkuas juga memiliki keindahan surga bawah laut.

“Saat berada di Pulau ini, saya dan keluarga seakan gak mau beranjak, pengennya berlama-lama. Indah banget pokoknya, pantainya bersih, dan airnya jernih, ditambah pasir putih yang lembut. Selain itu, enak buat snorking,” kata Reihard, Selasa (16/5) Kemarin.
Tak hanya Reihard, sang istrinya Betty, pun memuji keindahan pantai di Pulau Lengkuas. Menurutnya, pantai di pulau ini, mirip di Maldives yang keindahan pantainya paling terkenal di dunia.

“Dengan keindahan alamnya, ­­­­ terutama pantai-pantai, Belitung ini layak jadi Maldives-nya Indonesia,” katanya.
Tak sebatas itu, Reihard dan istri juga memuji kelezatan kuliner kas Belitong yaitu Gangan. Menurut mereka citra rasa Gangan begitu khas dengan bumbu utama kunyit dan lengkuas yang dicampur irisan nanas.

“Pas awal datang ke Belitung saya nanyak makanan khas sini apa? Orang bilang Gangan, lalu saya coba. Wah ternyata banget,” kata Reihard yang diamini istrinya.

Mulai sejak itu, hari-harinya selama berlibur di Belitung, pasangan ini tak bisa melewatkan makan tanpa gangan. Setiap harinya pasangan suami istri yang lahir di Tanah Minang itu, selalu hunting citarasa gangan tersebut. Mulai dari gangan ikan Kakap Merah, ikan Kue, Kepala Ketarap hingga gangan ikan Ilak, sudah mereka lahab abis.

“Kayaknya kita udah mulai ketagihan Gangan Belitong nih,” ucap Reihard menyanjung.
Selain semua itu, minuman kopi dan keramahan masyarakat juga membuatnya betah berlama-lama tinggal di Belitung. “Kopinya enak dan masyarakatnya ramah dan bersabahat, jadi bikin betah,” tandas Reihard. (yud)

Related Search

Tags:
author

Author: