banner 728x90

Amerika, Hit and Run

DALAM sepekan ini, konflik di Suriah yang sudah enam tahun dilanda perang saudara, menyentak dunia dengan perubahan situasi yang begitu cepat. Belum sirna keterkejutan oleh serangan bom kimia pesawat militer yang menewaskan hampir seratus rakyatnya sendiri pada Selasa, tiga hari kemudian hal yang lebih besar terjadi. Amerika mulai menghujani Suriah dengan rudal Tomahawk, Jumat (7/4) pagi pekan lalu.

Setelah resmi diperintahkan Presiden Donald Trump, sebanyak 59 rudal jelajah Tomahawk ditembakkan dari dua kapal Angkatan Laut Amerika yang disiagakan di Laut Mediterrania. Sasarannya adalah pangkalan udara Shayrat, yang oleh pejabat AS diklaim sebagai tempat militer Suriah mengawali peluncuran pesawat yang melancarkan serangan kimia mematikan itu.

Serangannya begitu cepat, hanya dalam hitungan menit, sama dengan cepatnya perubahan kebijakan AS. Sebab, dalam semalam, Trump berubah pikiran dari sebelumnya bersikeras bahwa AS hanya akan fokus menumpas ISIS ketimbang mengusir Bashar Al-Assad. Bahkan sepekan sebelumnya, Trump mengisyaratkan tidak bakal ‘’mengusik’’ Assad.

Fakta lainnya, bahwa dalam memerintahkan serangan rudal, Trump sengaja mengingkari janji saat kampanye dulu, bahwa Amerika-lah yang utama.  Itu bisa diartikan, tidak terlibat dalam perang ribuan mil jauhnya dari pantai AS.

Penilaian awamnya adalah, dengan pergeseran kebijakan secepat itu,  sangat tidak mungkin Trump dan para pembantunya  memiliki waktu untuk benar-benar memahami konsekuensinya. Mengingat, Suriah adalah konflik yang sangat rumit dan kini kian bertambah dengan serangan rudalnya.

Kita juga bertanya-tanya, seberapa jauh Trump yang belum tiga bulan sebagai Presiden, mengabaikan hubungan AS dengan sekutu terkuat Suriah, Rusia. Presiden  Rusia Putin menggambarkan serangan udara AS sebagai tindakan agresi terhadap negara berdaulat dan pukulan serius bagi hubungan Rusia-AS.

Kita melihat, serangan AS itu hanya menjejas satu sisi terbatas, termasuk efeknya. Di luar itu, sepertinya serangan ini tidak akan mempercepat goyahnya rezim Assad, yang tidak bergantung pada satu pangkalan militer saja.

Satu hal lagi, bahwa kita kembali melihat AS menerapkan metode hit and run atau tembak-dan-lari cepat, seperti yang  terlalu sering diterapkannya di daerah konflik di seluruh dunia.  Sesuatu yang hanya akan membuat situasi makin kisruh di daerah konflik itu.

Padahal, boleh jadi banyak orang di dunia tidak sekadar  menunggu hanya serangan udara yang dilakukan pada rezim Assad. Lebih penting adalah mengakhiri kejahatan menghebohkan  terhadap kemanusiaan yang telah berlangsung terlalu lama oleh rezim di Suriah. Serangan yang dilakukan Jumat pagi itu mungkin akan dibenarkan hanya jika tujuan ini tercapai.***

Related Search

Rate this article!
Amerika, Hit and Run,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: