banner 728x90

Antisipasi Mafia Tanah, BPN Sudah Gandeng Polri

ilustrasi

TANJUNGPANDAN – Mengantisipasi maraknya praktik para mafia tanah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah melakukan MoU dengan Polda Babel.

Kerjasama tersebut untuk menindak para mafia yang tahu seluk beluk, celah permainan mendapatkan tanah. Selain itu, juga sebagai upaya penanganan hukum terkait masalah agraria di Provinsi Babel, termasuk Kabupaten Belitung.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, penandatanganan kerjasama ini dilakukan sejak Senin (24/9) lalu di Mapolda Bangka Belitung. MoU ini tidak hanya dengan Polda, melainkan dengan seluruh Polres-Polres di Babel.

Termasuk Polres Belitung. Tujuannya, sama. Yakni untuk menangani masalah pertanahan masyarakat yang dimainkan para mafia. Sebelumnya pada tahun 2017 lalu, Kementerian ATR/BPN juga sudah melakukan kesepakatan dengan Polri.

Ketika disinggung, apakah Kabupaten Belitung termasuk daerah rawan dari praktik para mafia pertahanan, AKBP Yudhis masih enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

“Intinya kami hanya membackup, khususnya penanganan masalalah hukum. Untuk masalah teknis lainnya, silahkan tanya ke Kementrian ATR/BPN,” kata AKBP Yudhis Wibisiana, kepada Belitong Ekspres, Senin (1/10) kemarin.

Untuk mengenai ancaman pidananya akan yang dikenakan, rencana AKBP Yudhis dalam waktu dekat akan memberikan pemaparan. “Namun untuk penyerobotan tanah dikenakan Pasal 385 Ayat 1 KUHP, ancaman hukuman empat tahun penjara,” pungkasnya. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: