banner 728x90

Antisipasi Premanisme, Tukang Parkir Ditertibkan

Anggota Polres Belitung mengintrogasi para tukang parkir yang ada di Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan.

Anggota Polres Belitung mengintrogasi para tukang parkir yang ada di Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Mengantisipasi terjadinya aksi premanisme berkedok tukang parkir, Polres Belitung melakukan razia di sejumlah lokasi parkir yang ada di Tanjungpandan, Jumat (17/5) pekan lalu.

iklan swissbell

Sejumlah lokasi yang ditertibkan, di antaranya kawasan Jalan Sriwijaya, Jalan Veteran (Depat Barata). Penertiban ini dipimpin langsung Kabag Ops Polres Belitung Kompol Erlichson Pasaribu.

Kompol Erlichson mengatakan, dari hasil penertiban ini banyak ditemukan tukang parkir yang melanggar. Salah satunya mereka mengambil lahan badan jalan untuk memarkirkan mobil yang diparkrir.

Selain itu, banyak juga ditemukan izin kontrak yang sudah habis. Namun mereka tetap bekerja seperti biasa. Bahkan, kata Kompol Erlichson meski izin habis, tukang parkir ini tetap setor ke Dinas Perhubungan (Dishub).

“Sebagian dari tukang parkri ada kontrak dengan Dishub Belitung. Hampir mayoritas izinnya habis di Tahun 2018. Tapi mereka tetap memakai izin itu dan tetap setor,” katanya.

Perbulan ada yang setor mulai Rp250 ribu hingga Rp1,5 juta perbulan. Para tukang parkir yang berada di dua lokasi yakni Jalan Sriwijaya dan Jalan Veteran menarik pengendara yang parkir dengan tarif Rp 1000 hingga Rp 2000.

“Dalam waktu dekat kita akan tanyakan langsung kepada Dishub mengenai hal ini. Jika memang nanti mereka melanggar kita akan bubarkan,” ungkap pria asal Sumatera Utara itu.

Mengenai aksi premanisme berkedok tukang parkir, menurut Kompol Erlichson masih belum ditemukan. Sebab, dari pengakuan para tukang parkir mereka bekerja lantaran ada kerja sama dengan Dishub Belitung.

Sementara itu, salah satu tukang parkir di Jalan Sriwijaya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya sudah bertahun-tahun bekerja parkir di lokasi. Per bulan dia setor ke Dinas Perhubungan sebesar Rp1,5 juta.

Hingga saat ini kata dia, izin dari Dishub masih berlaku. Di sepanjang Jalan Sriwijaya, dia memiliki tiga lahan parkir. Per motor, pria lanjut usia ini tidak mematok harga khusus, alias seiklhasnya.

“Biasanya mereka ngasih gitu aja. Kadang seribu kadang dua ribu. Bahkan ada yang ngasih lima ribu. Intinya kami tidak menentukan harga,” kata tukang parkir yang mangkal di pusat perbelanjaan ini. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: