banner 728x90

APBD Basel Rp.617 M Mengendap

*Penyerapan anggaran Rendah

TOBOALI – Dana APBD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang masih mengendap di bank tercatat mencapai Rp617 miliar karena penyerapan anggaran yang rendah.

“Hingga kini serapan anggaran baru sekitar 33,87 persen atau Rp316 miliar dari total anggaran Rp933 miliar,” kata kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Basel, Erwandi, pekan kemarin.

Menurut dia idealnya penyerapan anggaran memasuki triwulan ketiga sudah harus di atas 50 persen. Sementara teknis penyerapan anggaran ada di setiap SKPD. “Kami hanya menerima permohonan pencairan dari masing-masing SKPD. Kalau masalah lemahnya serapan anggaran itu teknisnya di SKPD terkait,” katanya.

Ia menyebutkan, rendahnya penyerapan anggaran sangat banyak dampak negatifnya, salah satunya pembangunan yang terhambat serta lambatnya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Akibatnya masyarakat tidak dapat menikmati pembangunan dan fasilitas umum dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Ia berharap SKPD untuk tidak menyimpan uang pembangunan daerah di bank dan mengoptimalkan program kerja guna memdorong visi misi pemerintah daerah dalam memberantas kemiskinan, pengangguran dan masalah sosial lainnya. “Dana yang tersimpan di bank itu harus direalisasikan untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Disisi lain, Erwandi mengatakan, pemerintah pusat memangkas APBD Perubahan 2016 Pemkab Basel sebesar Rp40 miliar. “Pemangkasan APBDP tahun ini belum mempengaruhi keuangan daerah dan pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, total APBDP Basel tahun ini Rp945 miliar, untuk belanja langsung Rp531 miliar dan belanja tidak langsung Rp414 miliar. “Pemangkasan anggaran ini masih bisa ditutupi dengan dana alokasi kurang bayar dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebelum ada pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, pihaknya belum melakukan perubahan anggaran sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Menurut dia, meski ada pemangkasan dari pusat, namun APBDP Kabupaten Bangka Selatan malah naik dari Rp933 miliar menjadi Rp945 miliar.

“APBDP naik karena Pendapatan Asli Daerah yang mengalami kenaikan dari Rp43 miliar menjadi Rp57 miliar yang bersumber dari pajak daerah Rp8,9 miliar dan sumber lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan yang besar terjadi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah karena harus menyesuaikan dengan RPJMD. “Dalam RPJMD itu ada penyelarasan visi misi bupati sehingga lebih besar daripada SKPD yang lain,” ujarnya.(ant/rb)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: