banner 728x90

Aplikasi Belitong Geopark Dukung Pasar Pariwisata

Konsultan Geopark Belitong, Veri Yadi Msc, MCSM

* Kenalkan Warisan Geologi Kelas Dunia

TANJUNGPANDAN – Revolusi industri 4.0 dimulai tahun 2011. Di mana menekankan pada hubungan antara manusia, mesin, dan data yang dapat ditemukan dimana – mana. Munculnya Revolusi Industri 4.0, telah mengubah model bisnis secara global yang menggunakan teknologi super komputer. Sebagaimana peluang bisnis berbasis teknologi informasi saat ini.

Hal itu pun mendorong Konsultan Geopark Belitong, Veri Yadi Msc, MCSM, mengembangkan sektor pariwisata berbasis revolusi 4.0 tersebut. Yakni, dengan pengelolaan “Tourism & The Digital Transformation”. Maka dari itu aplikasi Belitong Geopark resmi diluncurkan Veri Yadi untuk menjawab trend dunia industri saat ini yang telah masuk revolusi industri 4.0, eranya millineal.

Aplikasi ini erat kaitannya dengan bisnis start-up. Demikian sektor wisata mempunyai yang peluang besar mengingat besarnya jumlah wisatawan millenial tersebut. Sebab, mereka sangat dekat dengan penggunaan teknologi berbasis aplikasi mobil.

Kata Veri, Frans (2018) mencatat bahwa ada sekitar 2.5 miliar potensi wisatawan milenial di belahan dunia berkomunikasi tentang kawasan wisata dengan media sosial. Mereka juga menonton cuplikan suatu destinasi wisata dengan youtube, terhubung dengan musik live dengan akses internet.

“Tak hanya itu, cara mereka mendokumentasikan momen liburan dengan tampilan menarik bawah air serta foto udara menggunakan drone. Semua itu, mereka hubungkan dengan berbagai platform media sosial. Maka dari itu aplikasi Belitong Geopark kita luncurkan,” ujar Veri.

Lebih lanjut ia mengatakan, kaum wisatawan milenial ini memiliki kebiasaan menggunakan 4 sampai 5 alat sebagai media sosial dan pekerjaan. Mareka sangat aktif berinteraksi di media sosial, serta cenderung menjadwalkan liburan sekitar 5 kali dalam setahun.

Dia kembali menekankan, penggunaan aplikasi Belitong Geopark penting, guna mengikuti tren revolusi dunia 4.0, yang ditenggarai dengan banyaknya muncul perusahaan start-up. Ditambah lagi, penggunaan internet serta selular pintar yang kini telah menjangkau banyak lapisan masyarakat. Termasuk pula guna menjawab kebutuhan wisatawan millennial yang berjumlah 2,5 miliar.

Kebutuhan akan informasi terkini saat ini kata Veri banyak didapat dari media sosial dan aplikasi. Dengan demikian aplikasi Belitong Geopark menjawab kebutuhan wisata masa kini. “Yakni, dengan merambah pasar milenial dengan menawarkan teknologi aplikasi terkini, serta konten yang dinamik untuk memenuhi kebutuhan selera mereka,” sebut Veri.

“Aplikasi Belitong Geopark ini menguraikan tentang apa Geopark Belitong, kekuatan – kekuatan Belitong sebagai calon geopark kelas dunia, serta destinasi wisata yang akan terhubung dengan google map. Yang mana akan memudahkan wisatawan menuju lokasi tersebut,” sambungnya.

Aplikasi ini menguraikan dengan detil tiap – tiap geosite, yang diperkuat oleh warisan geologi, biologi, serta budaya serta atraksi yang mengandung unsur rekreasi dan edukasi. Tiap – tiap geosite akan memunculkan souvenir khas kawasan tersebut yang merujuk pada warisan – warisan, yang erat kaitannya dengan geologi & biologi kawasan tersebut.

Lebih jauh Veri mengatakan, aplikasi ini juga memaparkan tentang warisan geologi dunia yang dimiliki Pulau Belitong, sejarah terbentuknya serta fenomena alam dari sudut pandang geologi. Warisan Biologi dijelaskan sebagai suatu kekuatan alamiah yang akan diajarkan dan di konservasi sebagai bagian dari upaya pengembangan yang berkelanjutan.

Untuk memenuhi permintaan turis modern yang membutuhkan kebebasan, lebih dinamis dan bersifat personal. Maka aplikasi ini memberikan layanan untuk pemesanan hotel dan transportasi, guna memudahkan wisatawan dalam menyusun program liburan.

Berbagai jenis kuliner khas Geopark Belitong serta sejarah kemunculannya kata Veri dihadirkan dalam aplikasi Belitong Geoaprk. Aplikasi ini menjawab peluang pasar wisata Indonesia yang sedang berkembang dengan menerapkan teknologi industri 4.0. “Ini semua untuk menangkap peluang pasar wisatawan milenial yang diharapkan menjadi pemimpin pasar start-up tanah air dalam pelayanan jasa sektor wisata,” tandasnya. (*/yud)

Related Search

Tags:
author

Author: