banner 728x90

April, Tren Kunjungan Wisman ke Indonesia Salip Thailand

JAKARTA – Industri pariwisata Indonesia semakin berkibar. Bukan hanya dari sisi jumlah, tetapi juga tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Hal itu terlihat dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (4/6).

Data BPS menunjukkan kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2018 mencapai 1,30 juta.

Jumlah itu naik 11,04 persen dibandingkan kunjungan wisman pada April 2017 yang sebanyak 1,17 juta.

Tren kunjungan wisman itu membuat Indonesia mengungguli Thailand.

Laman Thailand Business News pada 23 Mei 2018 melaporkan jumlah wisman yang berkunjung ke Thailand pada April tahun ini mencapai 3.092.725.

Jumlah wisman yang ke Thailand pada April tahun ini hanya naik 9,38 persen dibandingkan periode yang sama 2017 lalu.

Secara kumulatif, tren kunjungan wisman ke Indonesia menempel ketat Thailand.

Berdasar data BPS, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Januari-April 2018 mencapai 4,97 juta.

Jumlah itu melonjak 13,83 persen dibandingkan periode yang sama 2017 lalu (year on year/yoy).

Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada April 2018 mencapai 57,43 persen.

Rerata itu naik 2,29 poin dibandingkan TPK pada April 2017 yang sebesar 55,14 persen.

TPK hotel klasifikasi bintang pada April 2018 juga naik 0,33 poin dibandingkan Maret 2018.

Tren kunjungan wisman ke Indonesia pada empat bulan pertama 2018 hanya kalah tipis dari Thailand.

Laman TTG Asia pada 25 Mei 2018 lalu melaporkan kunjungan wisman ke Thailand pada empat bulan pertama tahun ini naik 13,9 persen.

Jumlah wisman yang berkunjung ke Thailand sepanjang Januari-April 2018 mencapai 13,7 juta.

Lonjakan itu tidak terlepas dari kedatangan wisman asal Asia Timur yang mencapai 8,9 juta atau naik 17,5 persen.

Akan tetapi, jumlah wisman dari Timur Tengah hanya sebanyak 237.322 atau menurun 6,8 persen.

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand Pongpanu Svetarundra mengatakan, industri pariwisata mampu menghasilkan sekitar USD 22,8 miliar pada Januari-April 2018.

“Jumlah itu naik 17,6 persen dibandingkan periode yang sama 2017,” kata Svetarundra sebagaimana dilansir laman TTG Asia. (jos/jpnn)

Related Search

Tags:
author

Author: