banner 728x90

Arkeolog Temukan Situs Bekas Kerajaan Balok

Ketua Tim Sonny Wibisono menunjukkan kepada Bupati dan kapolres Beltim peta penemuan situs Kerajaan Balok.

Ketua Tim Sonny Wibisono menunjukkan kepada Bupati dan kapolres Beltim peta penemuan situs Kerajaan Balok.

belitongekspres.co.id, DENDANG – Tim Arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menemukan situs bangunan tua diperkirakan dari abad ke 15-17 di Desa Balok Kecamatan Dendang. Dipastikan bangunan yang masih misteri itu peninggalan Kerajaan Balok yang merupakan kerajaan pertama di pulau Belitong.

iklan swissbell

Penemuan baru hasil ekskavasi selama kurang lebih 10 hari ini bisa dikatakan sangat spektakuler. Mengingat penemuan area bangunan berupa batu bata merah serta batu karang yang disusun rapi ini diklaim jauh lebih luas dari temuan tahun 2018 lalu.

Luas bangunan kuno yang ditemukan memiliki panjang 7,5 meter dan lebar 3,5 meter, dengan anak tangga pada bagian selatan dengan panjang 150 cm dan lebar 120 cm.

Ketua Tim Arkeolog, Sonny Wibisono memastikan jika bangunan dan batu bata yang ditemukan bukan batu biasa yang lazim digunakan saat abad ke 18 hingga saat ini. Mengingat ukurannya sangat besar dan tebal, serta memiliki motif yang khas ukiran candi.

“Yang istimewa dari bangunan ini menggunakan batu bata yang lazim digunakan, tebalnya 7 cm, lebarnya 20 cm dan panjangnya ada yang 30 cm hingga 40 cm,” terang Sonny.

Menurutnya batu-batu seperti itu biasanya ditemukan di wilayah percandian khususnya di wilayah Sumatera.

Namun peneliti utama di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional belum bisa memastikan apakah bangunan yang ditemukan merupakan candi, atau bangunan biasa.

“Belum bisa kita pastikan bangunan apa itu, karena kita harus mencari konteksnya. Dugaan pertama kita itu kayak di Gending Suro Kerajaan di Pelembang, cuman di atasnya ada makam, di sini tidak ada,” ungkap Sonny.

Selain bangunan kuno, tim juga menemukan lintasan galian parit. Parit atau selokan air itu menghubungkan antara kerajaan dengan sungai di sekitar dan membuktikan jika sempat ada bangunan yang megah.

“Kalau ukuran peradapan, sungai itu adalah bagian dari kerajaan. Kalau kita lihat gambar lokasi kerajaan di kelilingi oleh sungai yang dihubungkan dengan parit, itu bukti pembangunan kerajaan jaman dulu pernah ada,” terangnya.

Tambah Destinasi Wisata Sejarah Baru
Adanya temuan lokasi baru kerajaan Balok di Desa Balok Kecamatan Dendang akan membuat Kabupaten Beltim kaya dengan wisata sejarah. Meski belum bisa dipastikan jenis bangunan yang ditemukan namun Bupati Beltim, Yuslih Ihza menyatakan temuan baru itu memperkuat sejarah Kerajaan Balok yang dulunya sempat berkuasa di Pulau Belitung.

“Ini buktinya pusat kerajaan itu ada di sekitar sungai Balok. Bangunan yang ditemukan menggambarkan hebatnya orang pada zaman itu yang mampu membangun dengan keterbatasan,” ujar Yuslih saat meninjau lokasi penemuan.
Yuslih optimis penemuan situs baru Kerajaan Balok itu akan mendongkrak kunjungan wisata religi dan sejarah Pulau Belitong. Sekaligus untuk menguatkan keangotaan Kabupaten Beltim dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

“Mudah-mudahan dengan adanya temuan ini akan memperkaya khasanah budaya dan sejarah Belitong, sehingga menjadi support untuk pariwisata dan geopark Kabupaten Beltim,” kata Yuslih.

Selama dua tahun meneliti dan melakukan ekskavasi di Kabupaten Beltim, tim arkeolog menemukan kurang lebih ada 20 situs bangunan kuno di sekitar Sungai Balok dan Sungai Gubak. Dengan luas bangunan mencapai 20 x 20 meter persegi.

Diperkirakan area wilayah Kerajaan Balok mencapai 50 hektar. Dengan masa pemerintahan berkisar dari tahun 1600-an hingga tahun 1700-an. (Rilis Kominfo Beltim/@2!)

Tim yang dibantu pekerja lokal mengukur kedalaman tanah dan bangunan.

Tim yang dibantu pekerja lokal mengukur kedalaman tanah dan bangunan.

Related Search

Tags:
author

Author: