banner 728x90

Arus Mudik Lebaran di Bandara, Lonjakan Penumpang Mulai Terlihat

Para pemudik, saat hendak berangkat menuju kota masing-masing di Bandara HAS Hanandjoeddin, Minggu (10/6) kemarin.

TANJUNGPANDAN – H-5 menjelang lebaran, lonjakan penumpang di Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin, sudah mulai terlihat. Minggu (10/6) kemarin, ribuan masyarakat yang hendak mudik ke kampung halamannya.
Kepala Posko Pelayanan Bandara H.AS Hanandjoeddin Iptu Chandra Satria Adhi Pradana mengatakan, lonjakan penumpang sudah mulai terlihat, saat H-6 menjelang lebaran, Sabtu (9/6) akhir pekan lalu.
Diprediksi, membludaknya penumpang akan terjadi H-3 hingga H-2 Lebaran. Dijelaskan Chandra, untuk arus mudik tahun 2018 mengalami kenaikan hingga 12 persen, dibandingkan tahun lalu.
Untuk H-6 tahun 2017 lalu, jumlah kedatangan mencapai kurang lebih 1500 penumpang, dan keberangkatan sebanyak 1500 penumpang. Namun kali ini, di bandara yang berada di Tanjungpandan tersebut naik.
“H-6 lebaran 2018, data kedatangan mencapai sebanyak 1761 penumpang. Sedangkan keberangkatan sebanyak 1601 penumpang. Kenaikan mencapai kurang lebih sebanyak 12 persen,” kata Iptu Chandra.
Mayoritas pemudik berasal dari Pulau Jawa. Dalam hal ini, Bandara H.AS Hanandjoeddin melayani sebanyak 14 penerbangan hampir tiap hari, dengan tujuan Tanjungpandan-Jakarta dan sebaliknya. Serta Tanjungpandan – Pangkal Pinang PP.
Selain memantau kondisi arus mudik, Jajarannya juga mengamankan kondisi keamanan di lokasi. Sejauh ini, belum terlihat adanya kasus yang menonjol saat Operasi Ketupat 2018, yang ada di Posko Pelayanan Bandara H.AS Hanandjoeddin.
“Untuk kejadian kriminalitas seperti pencopetan dan pencurian masih nihil. Namun, kita pernah temui adanya barang penumpang yang tertinggal. Namun, setelah itu barang tersebut diambil kembali oleh keluarganya,” ungkapnya.
AKPOL 2012 ini menambahkan, untuk kendala yang dialami oleh para penumpang adalah masalah teknis di pesawat. Bahkan, ada penerbangan yang harus delay hingga pukul 21.00 WIB, yakni pada Jumat (8/6).
“Kendala itu masalah pesawat. Kita sudah mendapat informasi langsung. Tiap kali ada perkembangan, kami selalu memonitor. Kami berharap, mudik dan balik 2018 ini berjalan lancar,” pintanya.
Sementara itu, Darman salah satu pemudik asal Tanjungpandan dengan tujuan Semarang ini mengeluhkan mahalnya harga tiket menjelang lebaran. Namun, dia mengapresiasi fasiltitas yang diberikan pihak bandara.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penumpang membludak. Sehingga, dia tak kebagian tempat duduk saat mengantri di ruang tunggu. Namun, kali ini dia dapat duduk dengan tenang di ruang keberangkatan.
“Untuk masalah lain, yakni harga. Biasanya tujuan Tanjungpandan – Semarang kami membelinya dengan harga Rp 700 hingg 800 ribu. Namun kali ini, harga bisa mencapai Rp 1,5 hingga Rp 2 juta,” keluhnya. (kin)

Related Search

Tags:
author

Author: