banner 728x90

Atasi Persoalan Sampah, Dengan Prinsip 3R

banner 468x60
ilustrasi-3r-pixabay

ilustrasi. Foto : pixabay

TANJUNGPANDAN-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung menggelar workshop pengelolaan Lingkungan Hidup bagi Masyarakat, Senin (13/3) kemarin. Kegiatan ini bertema, “Bank Sampah merubah Sampah Menjadi Rupiah”.  Acaranya berlangsung selama tiga hari mulai 13 hingga 15 Maret Tahun 2017 mendatang.

banner 300x250

“Kegiatan ini merupakanan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam upaya pengembangan masyarakat. Melalui penciptaan kondisi yang memungkinkan masyarakat,” kata Kepala DLH M. Ubaidillah kepada Belitong Ekspres, Senin (13/3) pagi kemarin, di Graha Resto.

Dilanjutkan M. Ubaidillah,  selain itu tujuannya mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri melalui pemberian sumberdaya. Dalam pengambilan keputusan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Salah satu upaya tersebut adalah pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).

“Yaitu batasi sampah, guna ulang Sampah dan daur ulang sampah. Pengelolaan sampah dengan prinsip 3R merupakan cara pandang (paradigma) baru dalam pengelolaan sampah. Dan sesuai dengan UU No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Prinsip ini dalam pengelolaan sampah erat kaitannya dengan prinsip pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Dijelaskan M. Ubaidillah, prinsip tersebut khususnya dalam pelaksanaan penghematan sumber daya dan penghematan energi. Salah satu cara menerapkan prinsip 3R, bisa melalui Bank Sampah. Soalnya, meningkatnya jumlah penduduk berdampak pada peningkatan sampah nasional. Apalagi jenis sampah yang dihasilkan membutuhkan penanganan secara khusus.

“Pada dasarnya sampah memiliki potensi positif yang luar biasa tergantung bagaimana kita menyikapinya. Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup pada tempat tinggal masyarakat. Pengelolaan sampah harus di awali dari pemilahan dari rumah kerumah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Husin Semendawai mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 orang. Diantaranya bank sampah Kelurahan Lesung Batang, bank sampah Air Pelempang Jaya serta Bank sampah Desa Keciput.

“Ada pula perserta dari bank sampah Desa Tanjung Tinggi dan Form Belitung Sehat Pelangi Bertuah. Tentunya mereka akan mendapatkan berbagai materi dari berbagai narasumber yang berkomputen. Tujuannya menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan. Melalui kelompok-kelompok yang telah kita bina selama ini,” tuturnya.(i1s)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: