banner 728x90

Babel Masuk Kategori Kurang

*Hari Ini Hasil Unas SMP Diumumkan, Nasional Nilai Merosot

PANGKALPINANG- Hari ini, hasil Ujian Nasional (Unas) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTS) sederajat  se-Provinsi Kepulauan Bangka BelitUng (Babel) TahUn 2015/2016 diumumkan.  Dari hasil Unas SMP sederajat ini, Kota Pangkalpinang menempati ranking pertama se Babel, dengan total nilai 223,45, disusul  peringkat dua Kabupaten Belitung Timur dengan raihan 218,66, dan peringkat tiga Kabupaten Belitung dengan nilai 209,61.  Untuk peringkat keempat kabupaten Bangka dengan raihan nilai 204, 98, kemudian kabupaten Bangka Tengah di posisi kelima dengan nilai 198,51, kabupaten Bangka Barat dengan nilai195,97 dan terakhir kabupaten Bangka Selatan berada di urutan terakhir dengan raihan nilai 188,07.

” Besok (hari ini,red) pengumuman kelulusan siswa SMP diumumkan serentak, ujian nasional secara keseluruhan Untuk SMP MTS SMPT.  Rata-rata peringkat provinsi jumlah totalnya 205,06, kalau dibuat rata-rata 51,27, kita masih termasuk kategori kurang ini perlu jadi perhatian bersama seluruh dinas pendidikan kabupaten kota, karena dari nilai secara nasional belum baik,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Babel, M Sholeh kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (10/6) kemarin.

Menempati kategori kurang, hendaknya kata Sholeh, menjadi bahan evaluasi Untuk perbaikan prestasi ditahun-tahun mendatang. Oleh karenanya, dia mengimbau pihak terkait secara bersama-sama meningkatkan nilai kelulusan di provinsi berjuluk Serumpun Sebalai ini.  “Kita harus persiapkan anak-anak ini agar mampu, ada perubahan prestasi lebih baik. Maka itu bagaimana pihak sekolah dan dinas tingkat kabupaten kota serta provinsi membuat perubahan agar prestasi kedepan lebih baik lagi. Yang perlu dipahami, ada beberapa kategori kelulusan, yakni pertama sangat baik nilai 85 keatas, kategori baik 70 sampai 85, kategori sedang 55 sampai 70, kategori kurang di bawah 55 kita masuk ini,” bebernya.

10 Pelajar Pangkalpinang Raih Nilai 10

Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Pangkalpinang. Pasalnya, dari 12 pelajar di Provinsi Bangka Belitung yang meraih nilai 10 dalam pelaksanaan Unas, 10 pelajar diantaranya berasal dari Kota Pangkalpinang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Drs Edison Taher mengatakan, rencananya pengumuman kelulusan Unas tingkat SMP baru akan dimumkan Sabtu (11/6) hari ini. Namun demikian, pihaknya sudah mendapatkan laporan bahwa 10 pelajar di Kota Pangkalpinang mendapatkan nilai 10.
“Alhamdulillah dari 12 pelajar peraih nilai 10, 10 diantaranya adalah pelajar Pangkalpinang. Tentunya ini prestasi yang luar biasa,” ungkap Edison kepada Babel Pos, Jumat (10/6) kemarin usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kota Pangkalpinang.

Ia menyebutkan bahwa 10 pelajar peraih nilai 10 tersebut dimata pelajaran Bahasa Inggris 3 orang, matematika 5 orang dan IPA 5 orang. Sedangkan 2 pelajar peraih nilai 10 lainya dari kabupaten lain dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Jadi dalam Unas SMP tahun ini kita masih terbaik. Karena selain peraih nilai 10 terbanyak, Untuk sekolah dengan nilai tertinggi mulai dari peringat satu, dua dan tiga, semuanya dari Pangkalpinang. Demikian juga untuk nilai rata-rata siswa, 7 dari 10 siswa berasal dari Pangkalpinang,” paparnya.

Akan tetapi dikatakan Mantan Kepala Bappeda Kota Pangkalpinang ini, untuk keputusan resmi akan diumumkan pada hari ini baik secara lokal maupun nasional.  “Mudah-mudahan semua siswa SMP Pangkalpinang mendapatkan nilai yang terbaik. Tapi perlu diketahui, nilai Unas ini tidak menentukan kelulusan,” tegasnya.

Hanya saja, dikatakan Edison, nilai Unas ini akan menentukan para pelajar Untuk melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Dimana nilai Unas merupakan indikator dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Seperti diketahui, lanjutnya, pengumuman Unas tahun ini sudah diumumkan secara online. Para siswa bisa membukanya tepat pada pukul 00.00 Wib (tadi malam-red).  “Jadi pengumuman Unas SMP sama seperti dengan Unas SMA beberapa waktu lalu. Ini sengaja dilaksanakan guna menekankan euforia kelulusan, yang mana kita berusaha agar para pelajar tidak terlalu eforia seperti coret-coret baju hingga konvoi kendaraan,” tandasnya.

Nasional, Nilai Unas SMP Merosot

Tren terjun bebas nilai Unas jenjang SMA sederajat, ternyata menular ke jenjang SMP sederajat. Dalam paparan yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan kemarin (10/6), nilai seluruh mata pelajaran merah alias turun.

Tingkat penurunan nilai yang paling tajam ada di mata pelajaran matematika. Nilai rata-rata matematika tahUn lalu 56,28 poin dan tahUn ini turun 6,04 poin menjadi 50,24 poin. Untuk IPA mengalami penurUnan 3,61 poin dari 59,88 poin menjadi 56,27 poin.

Mata pelajaran bahasa Indonesia menjadi paling rendah penurunannya dengan skor 0,31 poin, dari 71,06 poin menjadi 70,75 poin. Sedangkan mata pelajaran bahasa Inggris turun 2,84 poin, dari 60,01 poin menjadi 57,17 poin.

Selama pemaparannya Anies menghindari penggunakan kata penurunan nilai Unas. ’’Saya gUnakan istilah nilai Unas terjadi koreksi saja. Sebenarnya sama saja,’’ katanya.

Anies didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Totok Suprayinto, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Nizam, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad, dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Zainal A. Hasibuan.

Anies mengatakan ada sejumlah penyebab penurunan nilai Unas SMP tahun ini. Diantaranya adalah perubahan kisi-kisi yang disajikan Kemendikbud. Dia menjelaskan kisi-kisi tahun ini lebih bersifat umum. Wujud kisi-kisinya bukan terlalu detail bahkan menjurus ke bentuk soal ujian.

’’Kita ubah seperti itu, supaya siswa tidak belajar model bimbel (bimbingan belajar, red),’’ katanya. Model belajar gaya bimbel, menurut Anies, adalah mengutamakan siswa menggarap latihan-latihan prediksi soal ujian. Dengan model kisi-kisi yang baru, siswa dituntut mempelajari dan memahami materi secara utuh.

Faktor berikutnya yang digUnakan Anies sebagai alasan penurUnan nilai itu adalah, meningkatnya kejujuran siswa. Mantan rektor Universitas Paramadina itu mengatakan, ada peningkatan skor indeks integritas ujian nasional (IIUN) tahun ini. Sehingga dia menyebutkan nilai Unas SMP tahun ini lebih mendekati kemampuan siswa sesUngguhnya.

Selama paparan hampir satu jam itu, Anies memang lebih banyak mengulas kenaikan IIUN ketimbang penurunan nilai ujian yang didapat siswa. Dia mengatakan tahun ini ada 44 persen sekolah (23.634 Unit) yang memiliki nilai IIUN 80 poin ke atas. Sementara tahun ini hanya ada 23 persen sekolah (12.039 Unit) yang mendapatkan skor IIUN 80 poin ke atas.

Kepala Puspendik Nizam mengatakan secara keseluruhan Unas SMP sederajat berjalan lancar. Dia mengulas kembali bahwa Unas siswa ’’biru-putih’’ ini diikuti 4,3 juta siswa dan tersebar di 60 ribu Unit sekolah.

Poin yang masih jadi ganjalan di Kemendikbud adalah, ada 42 persen atau sekitar 1,8 juta anak mendapat nilai rata-rata kurang dari 55 poin. Skor 55 poin itu adalah standar minimal ketuntasan belajar siswa. Untungnya nilai Unas tidak menjadi penentu kelulusan siswa.

Kepala BSNP Zainal A. Hasibuan memberikan apresiasi kepada Kemendikbud atas kelancaran pelaksanaan Unas SMP 2016. Dia mengatakan ikut memantau penilaian indeks integritas yang dilakukan Kemendikbud. Zainal menjelaskan dengan adanya indeks integritas itu, skor atau nilai Unas menjadi lebih bermakna. Terkait dengan pengumuman kelulusan SMP hari ini (11/6) Zainal mengatakan siswa tidak perlu dirayakan dengan berlebihan. (fiz/pas/wan)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: