banner 728x90

Babel Pegang Dua Rekor Buruk Nasional

//Penderita Hipertensi & Konsumsi Rokok Tertinggi

PANGKALPINANG – Provinsi kepulauan Bangka Belitung memegang dua rekor buruk bidang kesehatan. Yakni, penderita hipertensi dan konsumsi rokok tertinggi se-Indonesia.

Hal ini diketahui berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2013. Dari masalah tersebut, Pemprov Babel terus berupaya menyusun Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dalam seminar kesehatan penyakit tidak menular dengan tema “Rokok Penyebab Sakit Jantung dan Melukai Hati Keluarga di Hotel Bangka City, kemarin (17/5).

“Ini dua data sudah sangat lama, lima tahun yang lalu. Seminar ini untuk mengkampanyekan supaya penyakit tidak menular, lajunya tidak sekencang saat ni. Jadi, ada dua momentum hari ini, Hari Hipertensi Sedunia dan nanti tanggal 31 Mei adalah Hari Bebas Tembakau tanpa rokok. Kita mengevaluasi apakah kebijakan terkait dengan bagaimana kita mengendalikan prevelensi penderita penyakit tidak menular antara lain dengan melakukan kebijakan memperluas kawasan tanpa rokok, KTR di Bangka belitung,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Yan Megawandi.

Sementara ini, KTR yang diwajibkan yaitu berada di lingkungan kantor, sekolah dan fasilitas kesehatan. Titik lokasi KTR pun masih dalam pembahasan apakah akan diperluas di area keramaian masyarakat.

“Ini kan lagi diskusi, antara lain itu akan kita sempurnakan pendekatan dan strategi untuk makin memperluas kawasan tanpa rokok dengan tekad bahwa kita ingin mewariskan lingkungan yang jauh lebih baik kepada penerus kita,” ujar Yan.

Kalau pun harus kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) dari bagi hasil pajak rokok, Yan menganggap bahwa itu bukan masalah. “Pajak rokok itu diatur di pusat, kita bagi hasil saja. Kita harus berhitung itu dengan komprehensif, jangan hanya melihat dari sisi pendapatan. Tapi, kalau pendapatan kita misalnya, dapat satu ngeluar dua? Kita juga harus berhitung biaya pengobatan kesehatan atau penanganan kesehatan yang kita lakukan karena itu,” kata Yan.

Seperti diketahui, upaya mengurangi berbagai dampak dari merokok terus dikampanyekan pemerintah provinsi maupun pemda kabupaten/kota di Bangka Belitung. Salah satunya dengan menyusun peraturan daerah (Perda) kawasan tanpa rokok (KTR).

Namun sayangnya belum diketahui apakah upaya tersebut membuahkan hasil atau tidak. Apakah rekor buruk tersebut tidak akan lagi disematkan ke provinsi Bangka Belitung. Sebab, evaluasi baru akan dilakukan tahun 2018 atau 2019 yang akan datang.

Yang jelas sebelum evaluasi data riset kesehatan dasar tahun 2013 dilakukan, provinsi kepulauan Bangka Belitung masih memegang dua rekor buruk bidang kesehatan tersebut. (aka)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: