banner 728x90

Bacaleg Mantan Napi Korupsi Masih Dicermati

ilustrasi

MANGGAR – Peraturan KPU nomor 21 tahun 2018 tentang Pencalonan DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD Serta Presiden dan Wakil Presiden masih menjadi polemik. Pasalnya, PKPU juga menyatakan bahwa bakal calon legislatif harus bebas dan tidak pernah terlibat kasus kekerasan anak, narkoba dan korupsi.

iklan swissbell

Hal ini juga menjadi perhatian serius bagi partai politik yang berkeinginan atau telah terlanjur mendaftarkan caleg dengan latar belakang kasus tersebut. Bahkan, beberapa partai politik di Kabupaten Beltim kabarnya ada yang mendaftarkan caleg dengan latar belakang dimaksud.

Ketua DPD salah satu Parpol Beltim yang enggan disebutkan namanya membenarkan caleg dari partai mereka menjadi satu diantara tiga Parpol yang bacalegnya pernah menjalani hukuman sebagai narapidana tindak pidana korupsi (tipikor). Sejauh ini, permasalahan tersebut masih dibahas di internal partai.

“Terkait bacaleg eks napi sampai saat ini masih belum bisa mengambil keputusan, jadi kami serahkan secara juknis (petunjuk teknis, red) nya kepada KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2019,” ujarnya kepada wartawan, Ahad (29/7) kemarin.

Menurutnya eks narapidana yang menjadi bacaleg parpolnya, dari hukum sosialnya tidak begitu berdampak kepada bacaleg tersebut. “Yang berdampak itu hanya hukum administrasi, saya yakin bacaleg mantan-mantan narapidana tersebut masih memiliki elektabilitas dan integritas yang tinggi baik itu kepada masyarakat dan pemerintah Kabupaten Beltim,” katanya.

Ia juga berkeyakinan masih banyak pemilih yang memberikan suaranya bagi bacaleg eks korupsi tersebut. Sementara itu KPU Beltim sebelumnya juga sudah menyampaikan melalui LO Parpol yang sedang melaksanakan tahapan perbaikan, diperkenankan untuk menganti Bacalegnya yang meninggal dunia atau yang berlatar belakang mantan narapidana kasus korupsi, kekerasan pada anak dan narkoba.

Ketua KPU Beltim Rizal mengatakan dengan keluarnya Surat Edaran 742 dan Surat Keputusan petunjuk teknis nomor 961, Parpol diperkenakan untuk mengganti bakal calon. Hal tersebut telah diberitahukan melalui operator Silon.

“Karena ada satu diantara bacaleg yang meninggal dunia, yaitu dari Parpol PAN, kami sudah konfirmasi ke Parpol untuk segera menganti, mengingat sisa waktu perbaikan tinggal beberapa hari lagi menuju (31/7) akan datang,” kata Rizal.

Sementara itu Ketua DPD PAN Beltim Yohendra menyampaikan terkait bacaleg yang diusung dari partai PAN meninggal dunia akan segera dilakukan pergantian.

“Secepatnya PAN akan menggantikan posisi almarhum Sumandi Ilyas, karena kalau sudah waktunya (meninggal dunia, red) kita kan tidak akan tahu, jadi untuk menggantikan bacaleg di dapilnya nanti, kami akan berikan kesempatan rekannya atau keluarga almarhum,” ujar Yohendra. (msi)

Related Search

Tags:
author

Author: