banner 728x90

Bajak Laut Kembali Beraksi di Laut Toboali

ilustrasi

* Joni, Korban 4 Orang Nelayan

belitongekspres, TOBOALI — Dan terjadi lagi, nelayan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung menjadi korban perompakan di wilayah perairan Tanjung Mempunai dan Tanjung Kubu Gunung Namak Toboali pada Kamis (31/1/2019) malam.

iklan swissbell

Akibat kejadian itu 4 orang nelayan yakni nelayan Sukadamai, Batu Ampar dan Rias Toboali menjadi korban dan diperkirakan mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Pelaku bajak laut alias perompak itu diketahui berjumlah 3 orang menggunakan 1 unit speed boat jenis lidah dengan membawa senjata api (Senpi) jenis pistol dan senjata tajam (Sajam) jenis parang.

Kejadian aksi perompakan ini di dua lokasi yang berbeda yakni di peraiaran Tanjung Mempunai dan Tanjung Kabu Gunung Namak, sekitar pukul 20.00 dan 22.00 Wib.

Dalam kejadian ini pelaku berhasil mengambil 3 unit mesin tempel dan 1 unit mesin genset milik korban. Selain itu, pelaku juga sempat mengarahkan senjata tajam (Sajam) ke leher korban.

“Korban ada 4 orang, nelayan Sukadamai, Batu Ampar dan Rias, namun satu di antara dari korban itu perahunya pakai mesin diesel, jadi hanya mesin genset saja yang berhasil diambil oleh pelaku, sedangkan perahu 3 korban lainnya pakai mesin tempel,” jelas Ketua Nelayan Batu Perahu Toboali, Joni Zuhri kepada Babel Pos, Jumat (1/2/2019).

Ketiga korban yang mesin tempelnya diambil pelaku, lanjut Joni akhirnya pulang dengan menggunakan dayung.

“Menurut keterangan para korban, bahwa pelaku membawa senjata api jenis pistol dan senjata tajam jenis parang, bahkan para pelaku juga sempat menanyakan ke korban asal dari mana. Rencananya Sabtu (2/2) besok pagi, terkait kejadian ini akan kita laporkan ke Ditpolair Polda Bangka Belitung,” kata Joni.

Joni berharap dengan melaporkan kejadian tersebut ke Ditpolair Polda Babel, agar anggota dari Ditpolair dapat turun langsung menindaklanjutinya. Sebab, rekan-rekan nelayan sekarang ini mulai resah dan merasa takut untuk turun melaut.

“Harapan kami pihak dari Ditpolair Polda Babel turun menindaklanjutinya, karena anggota Polair Polres Bangka Selatan kekurangan personil,” ujar Joni.(tom)

Related Search

author

Author: