banner 728x90

Bangka Tengah Akan Segera Terapkan Perda Miras

banner 468x60

*Pembeli dan Penjual Dikenakan Pidana dan Denda

belitongekspres.co.id, KOBA – Ini ultimatum penting bagi pihak yang memperjualbelikan minuman keras (miras) jenis apapun, termasuk orang atau sekelompok orang yang sering menenggak miras di tempat umum. Pasalnya, Pemkab Bangka Tengah akan segera mengefektifkan penerapan Perda Nomor 18 tahun 2007 tentang miras. Apabila Perda ini telah efektif diterapkan, maka orang yang menenggak miras di tempat umum maupun pihak yang memperjualbelikan miras akan dikenakan sanksi pidana hingga sanksi denda sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 5 Perda tersebut.

banner 300x250

Untuk mengefektifkan penerapan Perda ini, pada Rabu (25/07) kemarin digelar rapat koordinasi Pemkab Bangka Tengah bersama pihak Polres Bangka Tengah. Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Bangka Tengah AKBP. Frenky Yusandhy, Asisten I Setda Bangka Tengah Yufendi, Kasat Pol PP Bangka Tengah Irwan, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, serta Dinas Kesehatan.

Asisten I Setda Bangka tengah Yufendi mengatakan sebelum diterapkan, Perda Nomor 18 tahun 2007 ini terlebih dahulu akan disosialisasikan kepada masyarakat selama satu bulan kedepan. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui penerapan Perda ini.  “Hari ini (Rabu-red) digelar rakor bersama Pak Kapolres dengan tujuan untuk mengefektifkan penerapannya,” ujarnya.

Dalam penerapannya nanti, diungkapkan Yufendi akan ada sanksi hukum bagi orang yang minum-minuman keras di tempat umum, termasuk juga bagi pihak yang menjual miras tersebut.  “Kita ingin memberikan efek jera. Karena persoalan miras ini bisa merusak mental generasi muda kita,” ungkapnya.

“Untuk sanksinya, bagi orang yang minum-minuman keras di tempat umum akan diancam dengan pidana penjara selama tiga bulan dan denda Rp. 5 juta. Sedangkan untuk penjualnya akan dikenakan sanksi hukum dengan ancaman pidana selama tiga bulan dan denda Rp. 50 juta. Itu tertuang dalam Pasal 5 Perda tersebut,” sambungnya.

Dengan adanya penerapan Perda ini nantinya, Yufendi berharap para orang tua agar dapat lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Demikian juga penjual miras agar bisa segera menghentikan aktifitasnya.

Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah AKBP. Frenky Yusandhy menyatakan pihaknya siap untuk mendukung penerapan Perda miras ini dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban umum di wilayah hukum Bangka Tengah.  “Tentu kita menyambut baik adanya penerapan Perda Nomor 18 tahun 2007 ini. Karena fenomena miras ini banyak di masyarakat kita walaupun sudah kita lakukan razia berkali-kali, tapi selalu saja masih ada,” ucapnya saat dijumpai seusai rakor.

Untuk itu, menurut Frenky dalam rakor ini dibahas berbagai hal, termasuk apakah Perda ini diperlukan penyesuaian-penyesuaian terutama terhadap sanksi hukumnya. Namun, setelah dilihat secara menyeluruh, ternyata sanksi hukum ini sudah diatur di dalam Perda Nomor 18 tahun 2007.  “Sebelumnya kita juga ada keraguan dalam penerapan sanksi hukum bagi pengguna miras maupun penjual. Setelah kita lihat bersama dalam Perda miras ini, ternyata sanksi hukum itu ada bagi orang yang minum-minuman di tempat umum maupun bagi penjualnya,” terangnya panjang lebar.

“Untuk itu, kita minta juga bantuan rekan-rekan media agar bisa mensosialisasikan sanksi hukum dalam Perda ini, baik terhadap orang yang minum-minuman di tempat umum maupun bagi penjualnya,” harapnya.  (obh)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: