banner 728x90

Banjir, Warga Culong Panik

banner 468x60

MUNTOK – Sungai Culong, Kabupaten Bangka Barat (Babar) meluap dengan ketinggian air sekitar 50 centimeter setelah hujan deras yang terjadi di Muntok dalam beberapa hari terakhir.

“Beruntung kondisi laut surut, kalau terjadi pasang mungkin akan lebih parah seperti yang terjadi pada akhir bulan lalu,” kata warga Muntok, Andika, Rabu (15/2) kemarin. Menurut dia, tingginya curah hujan yang terjadi pada tiga hari terakhir cukup mengkhawatirkan warga yang tinggal di kampung tersebut.

banner 300x250

Sungai yang berada tidak jauh dari Pesanggrahan Muntok, tempat pengasingan Bung Karno pada 1948-1949 tersebut selama ini menjadi langganan banjir seiring pendangkalan yang disebabkan banyaknya sedimen sisa penambangan bijih timah yang ada di bagian atas sungai tersebut. “Kami berharap curah hujan sedikit berkurang dan air laut tidak mengalami pasang tinggi sehingga air cepat turun,” katanya.

Pada pukul 16.00 WIB, di sekitar Jembatan Culong terlihat air masih menggenang sekitar 50 centimeter, sejumlah pengendara sepeda motor cukup kesulitan melewati jalan tersebut, bahkan ada beberapa yang memilih mencari alternatif jalan lain.

Musibah banjir hampir setiap tahun terjadi di sejumlah lokasi di Muntok. Sebagai upaya penanggulangan musibah itu, beberapa hari lalu Sekda Babar Yunan Helmi, meninjau lokasi yang rencananya akan dibangun bendungan di sekitar kolong PDAM Tirta Sejiran Setason diharapkan mampu menampung debit air dalam jumlah besar sehingga bisa menjadi pengendali aliran ke Sungai Culong dan Kampung Ulu.

Sementara usai menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Babel di TPS 02 Desa Pelangas Kecamatan Simpang Teritip, Wakil Bupati Markus bergegas menuju Muntok untuk meninjau kondisi banjir di Kampung Culong. Bahkan Markus bersama ajudannya ikut membantu beberapa warga memindah harta benda milik warga untuk diselamatkan agar tidak terendam banjir.

“Tadi ada warga telepon, informasinya Culong kembali banjir pagi ini. Makanya usai nyoblos saya ninjau kesana. Tadi warga memang sempat panik karena air sempat meluber ke atas jembatan,” ujar Marku.

Kampung Culong yang didominasi warga Tionghoa ini menjadi salah satu lokasi langganan banjir. Siangnya air yang sungai yang meluap ke atas jembatan berangsur surut. Aktivitas warga kembali normal serta sudah kembali bisa dilalui kendaraan.

Amen, warga sekitar bantaran sungai mengaku sempat panik melihat debit air sungai yang terus naik sejak pagi hingga menjelang siang tadi. Namun, kecemasan itu kembali sirna setelah hujan kembali reda. “Syukurlah sekarang sudah surut lagi. Tadi kami sempat was-was juga karena hujan gak berhenti-henti dari dini hari,” tandasnya.(ant/rb/ray)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: