banner 728x90

BANK INDONESIA Optimalkan Potensi dan Perkuat Resiliensi

banner 468x60

 uang-baru-2016

BANGKA-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kep. Bangka Belitung menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Prov. Kep. Bangka Belitung tahun 2016 pada Selasa, 20 Desember 2016 di Pangkalpinang. Dalam acara tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kep. Bangka Belitung, Bayu Martanto, menyampaikan sambutannya yang bertema “Mengoptimalkan Potensi, Memperkuat Resiliensi”. Acara tersebut dihadiri oleh Plt. Gubernur Prov. Kep. Bangka Belitung, Yuswandi A. Tumenggung, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Prov. Kep. Bangka Belitung, Walikota/Bupati dan se Prov. Kep. Bangka Belitung, akademisi, dunia usaha, perbankan dan pimpinan media.

banner 300x250

Dalam sambutannya, Bayu Martanto menyampaikan tiga potensi yang perlu dioptimalkan Indonesia untuk mendorong resiliensi atau daya tahan perekonomian nasional yaitu (1) kepercayaan dan keyakinan yang tinggi dari pelaku ekonomi terhadap pemerintah, (2) sumber pembiayaan ekonomi yang besar (3) perkembangan teknologi digital yang pesat dan mendukung kegiatan ekonomi. Lebih lanjut, Bayu menyebutkan bahwa seluruh potensi tersebut akan dapat memperkuat dan menggandakan manfaat dari potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang su

dah lebih dulu dikelola dan telah dijadikan prioritas.

Saat ini, perekonomian Indonesia masih banyak menghadapi tantangan, baik dari sisi eksternal maupun domestik. Masalah struktural pada perekonomian global, yang penyelesaiannya memerlukan waktu, perlu diantisipasi. Resiliensi ekonomi domestik pun harus semakin dioptimalkan. Untuk itu, Bayu Martanto menyampaikan pentingnya tiga fungsi dasar kebijakan publik, yaitu (1) fungsi stabilisasi sebagai dasar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, (2) fungsi alokasi untuk menjamin penggunaan berbagai sumber daya sesuai prioritas dan efisien dan (3) fungsi distribusi untuk pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Bayu Martanto juga menyampaikan kondisi terkini perekonomian Prov. Kep. Bangka Belitung. ”Pada triwulan III 2016 ekonomi Bangka Belitung tumbuh sebesar 3,62% (ytd), melambat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,01% (ytd)”, ungkap Bayu. Perlambatan tersebut didorong oleh masih rendahnya harga komoditas pada periode triwulan I – triwulan III 2016 yang juga berdampak pada sektor utama Bangka Belitung yang sebagian besar masih berbasis komoditas. Penurunan harga komoditas menyebabkan peran timah dalam struktur perekonomian Bangka Belitung dalam 6 tahun terakhir mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari perubahan pangsa sektor industri pengolahan dari 25,07% pada tahun 2012 menjadi 20,08% pada tahun 2016. Perubahan tersebut menurut Bayu perlu diantisipasi kedepan dengan perencanaan kebijakan yang sistematis, fokus dan konsisten karena Bangka Belitung memiliki banyak potensi yang belum dikembangkan secara optimal.

Selanjutnya Bayu Martanto tersebut juga menyampaikan kondisi terkini inflasi Bangka Belitung yang tercatat 6,61% (yoy) pada bulan November 2016 atau sebesar 5,10% (ytd). Angka tersebut berada diatas target nasional yang ditetapkan sebesar 4±1%. “Inflasi pada tahun ini sangat ditentukan oleh kelompok volatile foods”, ujar Bayu. Inflasi di Bangka Belitung juga disebabkan oleh permasalahan struktural sehingga diperlukan koordinasi yang baik antar stakeholder yang memiliki peran dalam pengendalian harga.

Pada akhir sambutannya, Bayu menyampaikan walaupun tekanan inflasi pada akhir tahun 2016 cukup tinggi, kita harus tetap optimis dan bekerja keras, serta bersinergi melalui TPID untuk mencapai target inflasi tahun 2016 dan 2017 yang ditetapkan sebesar 4±1%. Implementasi roadmap pengendalian inflasi dan koordinasi yang baik diharapkan dapat meredam laju inflasi yang cenderung tinggi pada pola historisnya.(agu)

Related Search

banner 468x60
author

Author: