banner 728x90

Bank Syariah Harusnya Jadi Kebanggaan Umat Islam

banner 468x60

*Said : Pemahaman Masih Lemah

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Salah satu pengamat ekonomi syariah, Effendi Said, mengaku optimistis jika saja dukungan dan kepercayaan pemerintah juga makin lebih baik dan terbuka untuk Bank Syariah, maka pihak perbankan pun akan siap untuk membantu mendukung pembangunan percepatan ekonomi umat di Babel maupun Indonesia seluruhnya. Ia menilai ada baiknya misalnya jika dana-dana yang berhubungan dengan umat Islam sebaiknya di berikan porsi untuk di kelola lebih baik di Bank Syariah.

banner 300x250

“Bank Syariah ini keberadaannya di Indonesia memang baru sekitar tahun 1960-an. Oleh karena itu Bank Syariah perlu darah yakni modal yang lebih memadai untuk bergerak, sebab tidak bisa hanya mengumpulkan dari uang masyarakat. Sementara di sisi lain, kebijakan-kebijakan bank konvensional juga “dipaksakan”di Syariah contohnya adalah dana haji yang di simpan dalam bentuk saham dan sebagainya. Oleh karena itu persoalan ini menurut saya juga faktor yang membuat eksistensi bank syariah lebih lambat berkembang di bandingkan Bank Umum atau Konvensional. Karenanya ke depan perlu ada penegasan tentang pemanfaatan Bank Syariah untuk pengelolan dana masyarakat dan umat, pemda tidak boleh setengah hati. Bagaimana pun pola pikir pemimpin sangat menentukan langkah orang yang di pimpinnya untuk mencontoh atau mengikuti.

Selain persoalan modal, menurut Said lambannya perkembangan Bank Syariah juga hampir tidak bisa di lepaskan pemahaman umat Islam sendiri terhadap pentingnya Bank Syariah yang masih kurang. Termasuk pemimpin-pemimpin yang ada di dalam Bank Syariah itu sendiri. Mereka seperti layaknya “muallaf” setelah cukup lama di konvensional baru pindah ke Bank Syariah, namun dengan konsep pemahaman dan pengetahuan tentang syariah yang juga sangat terbatas atau minim.

Di dalam Bank Syariah yang berlaku adalah sistem bagi hasil. Konsep bagi hasil tentu saja sangat relevan dengan konsep-konsep ekonomi yang di ajarkan di dalam Islam oleh Rosullulah SAW. Bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang baik dan berkah itu adalah harus bekerja dulu dengan baik sesuai dengan tuntunan Islam, kemudian setelah bekerja baru akan memetik upah atau hasilnya.

“Jadi uang yang di percayakan para nasabah di Bank Syariah itu tentunya akan di kumpulkan, di putar, baru bagi hasilnya . Oleh karena itu menurut saya untuk menanamkan pemahaman tentang syariah kepada masyarakat itu adalah bagian dari berdakwah, sehingga tidak serta merta langsung bisa. Karena Bank Syariah ini sebetulnya adalah untuk orang Islam yang sudah beriman. Sebab berapa banyak dari kita Islam tapi belum beriman (belum menjalankan sebagaimana petunjuk Alqur`an dan Hadist), imannya masih sedikit, sehingga tetap memilih lembaga keuangan atau bank dengan sistim bunga, yang mana di dalam Islam itu hukumnya riba. Hukum riba sama dengan judi yakni haram. Dan harus diakui manakala pola masyarakat kita pun yang sudah terlanjur itu untuk berubah ke syariah itu sudah susah bahkan dianggap sudah jadi darah daging,”sebutnya lagi.

Yang juga masih menjadi kelemahan dari Bank Syariah adalah, ketersediaan atau dukungan teknologi pada bank syariah dibadingkan konvesional atau bank umum pun juga masih jelas terlihat masih sangat kurang dan berbeda. “Saya percaya Babel bisa lebih baik ke depan dengan pengelolaan potensi-potensi secara lebih maksimal misalnya lada, sawit, timah dan kepariwisataan. Tapi sekali lagi sesuai dengan pesan gubernur Erzaldi bahwa negeri bukan lah saya, tapi kita untuk kerja sama- dan sama-sama kerja demi Babel dan Indonesia yang lebih baik,” tandas Said lagi.(lya)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: