banner 728x90

Bau Busuk Limbah CV MAL Kembali Merebak

banner 468x60

*Warga Minta Pemkab Bersikap

Pipa-paralon-putih-yang-tertancap-di-pinggir-Sungai-Guntung.-Pipa-ini-diyakini-milik-CV-MAL,-belum-diketahui-untuk-apa-keperluannya

Pipa paralon putih yang tertancap di pinggir Sungai Guntung. Pipa ini diyakini milik CV MAL, belum diketahui untuk apa-keperluannya

KOBA – Dalam beberapa hari terakhir ini, warga Kota Koba kembali diresahkan akibat bau busuk yang tidak mengenakkan. Aroma yang tidak sedap ini baunya sangat menyengat, sehingga cukup mengganggu warga. Bau busuk yang meresahkan warga ini disinyalir kuat berasal dari limbah milik pabrik CPO kelapa sawit CV Mutiara Alam Lestari (MAL) yang memang berdomisili di Kota Koba.

banner 300x250

Seperti diutarakan Doni (25) warga Kota Koba yang merasa sangat terganggu dengan adanya aroma tak sedap tersebut. Doni meyakini bau busuk itu memang berasal dari limbah pabrik CV MAL.  “Bau busuk ini mulai menyengat pada malam hari. Gak tau juga apa penyebabnya, apakah karena tiupan angin atau faktor lainnya. Tapi, kalau di siang hari memang tidak ada,” ujarnya kepada Babel Pos, Rabu (31/05) kemarin.

Kondisi ini, menurut Doni tentu saja sangat mengganggu. Apalagi dirinya sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1438 H, terlepas bau menyengat itu berpengaruh atau tidak untuk kesehatan. Namun, baginya aroma busuk ini tidak bisa dibiarkan terus menerus.  “Pabrik CPO ini berada di tengah kota. Jadi, kalau ada bau busuk yang ditimbulkan dari limbahnya, pasti mengganggu warga kota. Jadi, saya minta pemerintah daerah bisa bersikap. Karena mayoritas warga dirugikan,” tegas Doni.

Senada, juga disampaikan warga lainnya, Amat (31). Ia sering mencium aroma busuk limbah ini ketika seusai sholat tarawih dan sedang bersantai di kediamannya. Menurutnya, bau busuk itu sangat menyengat hingga mengganggu penciuman.  “Bau itu kadang-kadang munculnya dan tidak setiap saat. Jadi, kadang-kadang kita lagi nyantai, tiba-tiba ada bau limbah. Ya terpaksa masuk dan tutup pintu. Karena baunya sangat menyengat sekali,” ungkapnya.

Sama halnya dengan Doni, Amat juga berharap adanya sikap tegas dari Pemkab Bangka Tengah untuk menyikapi hal ini. Karena kejadian ini sudah berulang kali terjadi.

Sementara itu, pantauan Babel Pos di lapangan pada Rabu (31/05) di sekitar lokasi pabrik milik CV. MAL menemukan sejumlah pipa yang mengarah langsung ke aliran Sungai Guntung. Apakah pipa ini merupakan pipa pembuangan limbah atau bukan, hingga saat ini belum bisa dipastikan.

Dari pantauan lapangan ini juga ditemukan adanya pencemaran udara akibat polusi asap yang ditimbulkan dari pembakaran sisa tandan buah sawit di lokasi pembuangan yang terletak di tengah lahan perkebunan milik CV MAL. Walaupun pembakaran ini dilakukan di tengah kebun, namun bisa menyebabkan terjadi kabut asap lantaran asap yang ditimbulkan dari pembakaran ini sangat pekat dan tebal. Padahal, spanduk-spanduk larangan melakukan aktifitas pembakaran terpasang dimana-mana, namun pihak perusahaan CPO ini seperti mengabaikannya.

CV MAL Tantang Warga Datang ke Pabrik
Sementara itu, Manager Pabrik CV MAL Ubaydillah saat dikonfirmasi terkait keluhan warga ini menyatakan tidak ada sama sekali bau busuk yang ditimbulkan dari aktifitas pabrik maupun limbah CV MAL. Ia justru menantang warga untuk datang ke pabrik guna membuktikan bau ini ada atau tidaknya.  “Disini (pabrik-red) tidak bau. Kalau ada bau, silakan datang ke pabrik dan cium saja ada atau tidaknya. Saya sendiri tinggal di dalam kompleks perumahan (CV MAL-red). Tapi, gak ada bau apapun,” ucapnya saat dihubungi via ponselnya, Kamis (01/06) sore kemarin.

Saat disinggung perihal adanya aktifitas pembakaran bekas tanda buah sawit, Ubaydillah pun menyangkalnya. Kalaupun ada pembakaran, menurutnya mungkin pembakaran dalam kapasitas kecil saja. Malah, terkadang disampaikannya bahwa ada masyarakat justru yang meminta untuk dibakar.  “Kalau tandan kosong, memang tidak ada bakteri lagi dan bagus untuk pupuk. Mungkin itu cuma terbakar-bakar kecil saja. Karena belum ada laporan yang saya terima. Memang abunya untuk pupuk dan masyarakat pun juga kadang ada minta untuk dibakar,” terangnya yang akrab disapa Ubay.

Berkaitan dengan adanya pipa yang terpantau oleh harian ini di pinggir Sungai Guntung, Ubay menyatakan tidak ada pipa limbah di pinggir sungai. Ia justru berdalih pipa tersebut digunakan sebagai pengendali lahan perkebunan dari dampak banjir.  “Kalau di pinggir sungai tidak ada pipa (limbah-red). Kalaupun ada itu untuk underbow, letaknya perbatasan antara lahan kebun dengan sungai yang difungsikan untuk mengendalikan kelebihan air di lahan perkebunan agar kebun tidak terendam. Yang lebih tau orang bidang perkebunan. Tapi, terima kasih informasinya dan akan segera kita tindaklanjuti,” pungkasnya.  (obh)

Pembakaran-bekas-tandan-buah-sawit-milik-CV-MAL.-Aktifitas-pembakaran-ini-menimbulkan-kabut-asap-yang-sangat-tebal-dan-pekat

Pembakaran bekas tandan buah sawit milik CV MAL. Aktifitas pembakaran ini menimbulkan kabut asap yang sangat tebal dan pekat

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: