banner 728x90

Bayi ini Butuh Kepastian Pemda

banner 468x60

*Menderita Kelainan Jantung, Harus Dirujuk ke RS Jakarta

????????????????????????????????????

Wakil Bupati, Burhanudin, saat melihat kondisi Arya (50 hari) di ruang KIA, yang didampingi dokter RSUD Beltim, Rabu (11/5) kemarin.

MANGGAR – Nasib malang menimpa Arya Zaki Pradana, bayi berjenis kelamain kaki laki berumur 50 hari. Anak pertama dari pasangan Trisia (22) dan Evan, warga Desa Air Kelik, Kecamatan Damar, Belitung Timur (Beltim), ini menderita kelainan jantung.

banner 300x250

Kini bayi malang itu, masih menunggu kepastian rujukan dari pihak Pemda Beltim untuk melanjutkan perawatan di RS Jakarta. Sejak lahir dalam kondisi organ tubuh yang tidak normal karena adanya kelainan dan infeksi paru paru serta jantung.

Bahkan Arya belum pernah sama sekali pulang ke rumahnya di Desa Air Kelik, sejak ia dilahirkan. Saat ini masih terus menggunakan alat bantu pernafasan di ruang bayi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSUD Beltim.

Mendengar adanya laporan ini, mewakili Bupati Beltim Yuslih Ihza yang masih dinas luar,
Wakil Bupati, Burhanudin menyempatkan diri melihat kondisi terakhir sang bayi, yang masih mendapat perawatan intensif tersebut.

“Ya, Kita akan lakukan rujukan ke Jakarta secepatnya, atas nama Bupati (Pak Yuslih) juga mengatakan untuk membantu sang bayi,” ungkap Aan sapaan akrab Burhanudin, di sela mengunjungi Arya di ruang Bayi, RSUD Beltim, Rabu (11/5) kemarin.

Sementara itu, dr. Rianasyah Sp.A, selaku dokter anak RSUD Beltim, yang menangani kondisi kesehatan Arya, membenarkan bayi ini menderita kelainan jantung. Sedari awal dirinya juga sudah menyarankan untuk dirujuk ke Jakarta.

“Bahkan sejak beberapa waktu lalu, Kami menyarankan untuk dilakukan rujukan ke Jakarta. Karena di sini (RSUD Beltim, red) juga belum dilengkapi dan kurangnya fasilitas yang memang dibutuhkan Arya,”ujar dr.Rianasyah Sp.A saat ditemui wartawan, Rabu (11/5) kemarin.

Diakui dokter itu, meski kondisi Arya saat ini sehat, namun masih nampak detak jantung belum normal dan waktu lahir dengan berat badan 2.080 gram. Kini kondisi berat badan terakhir Arya baru mencapai 2.400 gram.

Ibu Arya, Trisia (22) yang juga sempat ditemui harian ini di RSUD Beltim, hanya bisa pasrah, dan masih menunggu bantuan untuk dirujuk ke RS Jakarta.

“Kami masih menunggu lah, sampai kapan Arya bisa di rujuk ke RS Jakarta. Kami tidak mampu untuk membawa secara langsung ke Jakarta dengan biaya yang entah harus mengeluarkan seberapa banyak,” tutur Istri Evan berbatah batah.

Kini Trisia harus terpaksa menjaga pujaan hatinya di RSUD Beltim, dengan harapan ada yang memberikan perhatian maupun biaya pengobatan terutama pada Pemerintah daerah. Diakuinya selama ini memang untuk perawatan Arya menggunakan BPJS, akan tetapi untuk perawatan lainnya ada biaya-biaya lainnya harus dikeluarkan sendiri.

“Kami memang sangat berharap bantuan, apalagi suami saya hanya bekerja sebagai penambang. Mudah mudahan lah Pemerintah daerah secepatnya bisa membantu agar Arya bisa dirujuk dan mendapatkan perawatan yang lebih baik di RS Jakarta,” harap Trisia haru. (feb)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: