banner 728x90

Baznas Babel Target Rp28 Miliar

PANGKALPINANG – Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencanangkan pencapaian target penghimpunan Baznas Babel Tahun 2017 bertambah sebesar 25 % dari target 2016 lalu mencapai 20,7 miliar. Sehingga  target tahun 2017 ditaksir bisa mencapai 28 miliar.

“Selama ini Baznas memang belum pernah terlampaui targetnya. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satunya adalah karena terbentur masalah dana operasional, karena kan kita kalau mau kemana-mana untuk sosialisasi dan sebagainya juga butuh dana. Sementara dana yang ada sangat lah terbatas. Disamping itu kesadaran masyarakat juga masih lemah, oleh karena itu perlu gerakan kampanye zakat yang lebih besar lagi,“ sebut Ketua Baznas Babel H.Sofyan Tsauri.

Pria yang kini telah berusia 78 tahun tersebut berharap pemimpin Bangka Belitung ke depan akan bisa memberikan solusi dan mendorong untuk masa depan Baznas Babel yang lebih baik

“Saya berharap pasangan pemenang pemilu Erzaldi-Fatah nanti berdasarkan  pengalaman yang sudah di lakukannya terhadap Baznas Bangka Tengah. Dimana pengumpulan dana zakat di kabupaten Bangka Tengah ini cukup bagus,“ sebutnya.

H.Sofyan Tsauri berharap pemahaman masyarakat terkait zakat dapat lebih meningkat. Harus yakin dengan rukun Islam kelima,karena zakat itu berada di tengah sholat dan puasa.

“Maka Baznas ada untuk mengentaskan angka kemiskinan. Dimana seharusnya potensi zakat di Indonesia sebesar Rp.300 triliun/tahun ini bisa dimaksimalkan.Sedangkan untuk Babel potensinya bisa mencapai Rp.374 miliar/tahun. Dimana dana zakat ini akan dimanfaatkan untuk 8 golongan asnaf yang telah di perintahkan oleh Alloh SWT di dalam kitab suci Al-Qur`an,” sebutnya.

Zakat di lihat dari kedudukannya adalah merupakan langsung dari perintah Alloh. Oleh karena itu sudah sepantasnya di laksanakan dengan kesandaran tinggi oleh umat Islam yang memiliki kelebihan harta untuk di bayarkan sebagai zakat. Karena jika kesadaran para muzaqi ini sudah tinggi, maka minimal angka kemiskinan sudah semakin diminimalisir.

“Di samping pola pikir masyarakat mustahik (penerima manfaat)  berubah dari budaya suka meminta menjadi pemberi dan karena itu pemerintah pun harus terus mendorong untuk badan berjalan amil zakat ini makin lebih baik,“ sebutnya. (lya)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: