banner 728x90

BBM Eceran Sudah Normal, Tapi Mahal

Salah satu kios yang memanjang BBM eceran di Jalan Merdeka, Tanjungpandan, Jumat (23//11) kemarin.

TANJUNGPANDAN – Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran di seputar wilayah Tanjungpandan sudah mulai normal. Sejumlah kios pengecer BBM mudah ditemui di sepanjang jalan.

Meski begitu, sebagian warga tetap memilih untuk membeli di SPBU.

Pasalnya, di tingkat pengecer selisih harga mencapai Rp 2 ribu per liter dari dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Harga BBM Jenis Premium, Pertalite dan Pertamax, harganya juga bervariasi. Kisaran Rp 8000 hingga Rp 12.000.

Amri salah seorang PNS di Belitung mengatakan, dirinya lebih memilih membeli BBM di SPBU. Meskipun agak lama menunggu antrian. Sebab, harga di Pom Bensin, lebih murah jika membeli dengan jumlah besar.

Apalagi di SPBU pilihannya lebih banyak dan juga sekarang antrian tidak begitu panjang dari sebelumnya. “Kalau disini (Pom) lengkap. Beda dengan di jalanan. Harganya juga selisih jauh,” kata Amri kepada Belitong Ekspres, Jumat (23/11).

Sementara itu, pantauan Belitong Ekspres di sejumlah kawasan Tanjungpandan, seperti di Jalan Sriwijaya, Jalan Merdeka hingga Jalan Jendral Sudirman, penjual BBM juga sudah mulai bertebaran.

Meski banyak penjual, namun BBM tidak sekomplit di SPBU. Mereka saat ini hanya menjual Pertalite. Sedangkan untuk Premiun rata-rata penjual sudah kehabisan stok. Rencananya, besok (hari ini,red) kemungkinan Premium kembali tersedia.
Uyah salah satu penjual di Jenderal Sudirman Air Pancor mengatakan, dirinya saat ini sudah menjual dengan harga normal. Yakni mengambil keuntungan Rp 1000 per liter. Seperti pertalite dia jual Rp 9 ribu per liternya.

Sedangkan untuk premium pria asal Bandung Jawa Barat menjualnya Rp 8 ribu per liter. Untuk Pertamax ia memilih untuk tidak menjual. Sebab, harganya cukup mahal yakni Rp 12 ribu per liternya.

“Kemarin memang kami naikan harga hingga Rp 2000 per liter. Tapi sekarang mah sudah normal. Sebelumnya kami menjual Pertalite Rp 10 ribu per liter. Sebab, beberapa hari lalu memang susah mencari BBM,” ungkapnya.

Belum lagi, jatah dari SPBU ke pengerit sudah mulai dikurangi. Namun, dia mengaku bersyukur sekarang kondisinya sudah normal. “Kemarin kami hanya dijatah dua jerigen. Sekarang boleh ngambil berapapun,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko mengatakan, apa yang terjadi saat ini merupakan hal yang wajar. Yakni penjual menaikan harga. Namun, dia meminta kepada penjual untuk menjual dengan harga yang sewajarnya.

“Kami menghimbau kepada para penjual untuk tidak menimbun BBM. Dan kalau menjual jangan mengambil untung terlalu banyak dari kisaran HET,” pintanya. (kin)

Related Search

Rate this article!
author

Author: