banner 728x90

Belitung Butuh 383 Guru PNS

banner 468x60

//BKPSDM Sudah Ajukan ke KemenPAN-RB

TANJUNGPANDAN – Kabupaten Belitung tahun 2018 ini masih kekurangan tenaga guru khususnya yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Belitung saat ini kekurangan 383 orang guru untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Untuk kekurangan tenaga guru PNS tersebut sudah kita usulkan ke bagian kepegawaian, tapi kita tunggu kemampuan pusat dan juga kemampuan keuangan,” kata Sekertaris Dindikbud Kabupaten Belitung Paryanta SPd kepada Belitong Ekspres belum lama ini.

banner 300x250

Menurut Paryanta kekurangan tenaga pendidik berstatus PNS hampir terjadi di seluruh SD dan SMP di Kabupaten Belitung. Sebagai solusinya untuk menutupi kekurangan tenaga pengajar itu, setiap sekolah mengandalkan guru honor. “Kita berharap pengajuan kita bisa dipenuhi. Sebab, hampir semua sekolah kekurangan guru,” tandasnya.

Kepala BKPSDM Belitung Wahyuni kepada Belitong membenarkan bahwa Belitung kekurangan tenaga guru PNS. Namun kebutuhan tenaga guru tersebut sudah diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Masalah kekurangan tenaga guru itu sudah menjamur seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Belitung ini. Untuk kebutuhan yang realnya sudah kita ajukan, jadi masih nunggu,” katanya Rabu (16/05).

Kata Wahyuni, pengaruh kekurangan tenaga guru itu pasti ada, terutama dalam hal pembelajaran sehari-hari. Namun untuk sekarang ini belum terlalu berdampak.

“Pengaruh mungkin ade. Tapi bukan tidak mungkin jika ini terus berlarut-larut akan menimbulkan masalah yang besar terhadap pembelajaran. Jadi itu ade kiat-kiat dinas untuk mengatasinya, mungkin ade tanaga kontrak, dan lain-lain,” ujarnya.

Terpisah, Wakil komisi III DPRD Belitung Marwan Putra Fajar mengatakan kekurangan tenaga guru ini memang tidak berdampak secara luas terhadap dunia pendidikan di Negeri Laskar Pelangi. Sebab, solusinya masih ada guru yang bisa diberdayakan walaupun sudah pensiun untuk ditarik sebagai honor atau tenaga pengajar.

“Berdampak secara luas itu tidak, sebagai bukti proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya. Hal ini juga tidak akan berangsur lama. Oleh karena itu kita mengajukan tes CPNS,” kata Marwan.

Menurut Marwan, jika tidak ada penerimaan guru khususnya CPNS, kekurangan guru itu termasuk masalah dunia pendidikan. Tetapi, dari dinas pendidikan juga sudah mencoba bagaimana mengatasinya sekarang ini. Contohnya dengan guru honor sekolah, guru honor dinas dan lain-lain.

“Tetapi itu tidak bisa bertahan lama. Karena itu kita mendesak pihak kementerian untuk membuka CPNS untuk Belitung, kalau sekolah tidak ada guru memang bermasalah,” tandas Marwan. (mg1)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: