banner 728x90

Belitung Menuju Ikon Wisata Kelas Dunia

banner 468x60

*BMSR Gandeng Sofitel dan Sheraton

Adek-Julianwar

Adek Julianwar

MASA depan Pariwisata Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kini semakin cerah. Belitung Maritime Silk Road (BMSR) selaku badan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, telah berkomitmen menjadikan Belitung sebagai icon wisata kelas dunia.

banner 300x250

Pengelola KEK Tanjung Kelayang yang dipegang oleh BMSR tersebut, merupakan perusahaan konsorsium dengan anggota PT. Belitung Pantai Intan (Belpi), PT. Nusa Kukila, dan PT. Tanjung Kasuarina.

Untuk mewujudkan rencana itu, BMSR yang bertindak sebagai investor sudah melakukan penjajakan ke beberapa negara yang mempunyai prospek mendatangkan turis Mancanegara.

Beberapa negara itu, antara lain China, Jepang dan Singapura serta negara lainnya. Mereka akan dijadikan patner untuk bekerjasama dalam implementasi rencana pengembangan tersebut.

Koordinator Konsorsium BMSR Adek Julianwar mengatakan, sebagai proses awal pengembangan KEK ini, pihaknya sudah melakukan kesepahaman atau kesepakatan kerjasama (MoU) penanaman investasi di Kantor Kemenko Perekonomian, pada Rabu (7/6) kemarin.

Penandatanganan MoU dilakukan di hadapan Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, dan Bupati Belitung Sahani Saleh juga ikut menyaksikan.

Pertama, penandatanganan MoU investasi dengan Starwood Marriot Sheraton selaku operator hotel. Kesepahaman ini untuk pembangunan hotel/ resort bintang 5 dengan 180 room key, dengan nilai investasi Rp418 miliar. Kedua, dengan Accor Sofitel selaku operator hotel, untuk pembangunan hotel/resort bintang 5 dengan 120 room key dengan nilai investasi Rp 400 miliar.

“Ketiga, kerjasama dengan China Harbour untuk menjajaki bagian mana dari proyek KEK, yang diminati guna dilakukan kerjasama,” ungkap Adek dalam siaran pers yang diterima Belitong Ekspres, Kamis (8/6), kemarin.

Adek melanjutkan, pengembangan KEK secara konsep mengacu pada program Pemerintah untuk menjadikan Pariwisata sebagai Penghasil Devisa Negara paling besar di tahun 2020. Pertimbangannya, bahwa  kegiatan kepariwisataan mempunyai multiplier effek yang banyak. Mulai dari berkembangnya  sektor ekonomi lain, sekaligus juga memberikan pemerataan kesempatan kerja. Sehingga, pada gilirannya nanti akan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.

“Pengembangan KEK Tanjung Kelayang secara menyeluruh membutuhkan biaya sebesar US$ 1 milyar. Dan, akan diselesaikan bertahap antara 10 sampai dengan 20 tahun. Itu seiring dengan antisipasi proyeksi kehadiran turis mancanegara ke Indonesia dan khususnya ke Belitung. Karena itu, kita menggandeng operator hotel kelas dunia tersebut, ” terang Adek.

Adek menjelaskan, pembangunan Sheraton Hotel/Resort bintang 5 ini sudah dimulai dan diharapkan selesai tahun 2018 mendatang. Hotel/Resort ini akan menjadi Icon Sheraton di Indonesia. Sebab, dibangun di atas standard hotel Sheraton yang ada di Indonesia, dan bahkan dapat menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

“Sedangkan Sofitel Hotel/Resort sedang dalam pembuatan Detail Engineering yang diharapkan selesai awal tahun 2018, dan akan dilanjutkan dengan pembangunannya,” terang Adek.

“Dalam waktu dekat mudah-mudahan pihak Jepang dan Singapura  juga menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Belitung,” imbuhnya.

Menurutnya, Sheraton dan Sofitel yang notabene adalah operator terbaik dari kelompok Marriot-Starwood dan kelompok Accor, menjadi bukti bahwa operator Perhotelan/Resort kelas dunia mau beroperasi  di Belitung.

Hal ini adalah bentuk kepercayaan terhadap masa depan Belitung di bidang parawisata dan KEK  Tanjung Kelayang. Itu tentunya akan menjadi pendorong menjadikan Belitung sebagai salah satu destinasi International terkemuka di Indonesia, bahkan suatu saat nanti di dunia.

“BMSR akan menjadi motor penggerak dan akan bekerja sekuat tenaga berkomitmen, untuk mewujudkan kepentingan nama Belitung dalam kancah wisata yang berkelas Internsional di mata dunia. Pada gilirannya nanti masyarakat Belitung lah yang akan memetik hasilnya di kemudian hari,” papar Adek.

Disamping itu, kata Adek, dalam kaitan tanggung sosial kepada masyarakat di lingkungan setempat, pengelola KEK Tanjung Kelayang juga sudah melakukan berbagai kegiatan bersama masyarakat.

Di antaranya kelas bahasa inggris, sepakbola, konservasi penyu, penentuan titik diving akan dilanjutkan dengan pendidikan-pendidikan praktis supaya masyarakat menjaga lingkungan ( terumbu karang dan lain-lain).

“Itu juga menjadi bagian dari industri pariwisata itu sendiri, sehingga tidak menjadi orang asing di rumahnya sendiri,” tandas Adek. (yud)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: