banner 728x90

Bersekongkol Menipu, Manajer, Sopir & Pegawai Timbangan Dibui 2 Tahun

banner 468x60

*Kasus Penipuan Jual Beli Sawit ke PT. SNS

SUNGAILIAT – Tiga terdakwa penipuan jual beli tandan buah sawit segar masing-masing Zulhairi selaku mantan manager PT. SNS, Ruli selaku sopir Zulhairi dan Ismail pegawai bagian timbangan divonis 2 tahun penjara. Ketiganya dinyatakan sah secara bersama-sama melakukan penipuan dengan maksud mencari keuntungan lewat pembuatan slip tagihan palsu.

Putusan terhadap ketiga terdakwa diawali dengan tuntutan Jaksa Penuntutan Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bangka Tengah yang menyatakan ketiganya dijerat Pasal? 378 Ayat 1 KUHP yang mana menerangkan, “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun”.?

banner 300x250

Dalam kasus ini, JPU menuntut 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan kepada 3 terdakwa. Terdakwa 1 Zulhairi, terdakwa 2 Ruli dan terdakwa 3 Ismail karena terbukti sesuai fakta persidangan baik dari keterangan saksi-saksi maupun alat bukti berupa slip timbangan palsu yang dibuat tanggal 26 dan 28 Maret lalu.

Sebelum membacakan putusan, majelis hakim sempat menanyakan kepada terdakwa mengenai tanggapannya atas tuntutan JPU. Ketiganya pasrah dan menerima. Ketiganya juga menyatakan sangat menyesal telah melakukan perbuatannya dan siap menerima hukuman dari majelis hakim. Namun ketiganya memohon keringanan mengingat seperti Zulhairi memiliki istri dan 2 anak, Ismail dengan 1 istri 1 anak.

Ketua Majelis Hakim Surono didampingi 2 hakim anggota saat membacakan putusan nomor 297 PN Sungailiat mengatakan,? perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur dakwaan yaitu memalsukan  sesuatu dengan maksud mendapat keuntungan. Hal ini terbukti dari keterangan saksi korban dan saksi-saksi lainnya maupun pengakuan terdakwa serta bukti-bukti seperti slip timbangan palsu.

Hal yang memberatkan ketiga terdakwa karena dianggap? sangat merugikan saksi korban Mat Jais. Ditambah lagi, uang tersebut belum dikembalikan kepada saksi korban. Hal yang meringankan karena ketiga terdakwa berprilaku sopan selama persidangan dan memiliki tanggungan keluarga.

“Terdakwa 1, terdakwa 2 dan terdakwa 3 terbukti secara s?ah dan menyakinkan melakukan tindak pidana secara bersama-sama dengan melakukan penipuan sebagaimana dakwaan Jaksa penuntut umum. Menetapkan? pidana 2 tahun penjara kepada terdakwa 1, terdakwa 2 dan terdakwa 3 dikurangi masa tahanan selama penangkapan dan penahanan,” sebut Surono.

Majelis hakim juga memerintahkan uang tunai masing-masing Rp 4 juta dan Rp 10 juta sebagai alat bukti serta slip tagihan jual beli sawit dikembalikan ke saksi korban Mat Jais.? Membebankan biaya perkara kepada masing-masing terdakwa sebesar Rp 5 ribu.

Sebelumnya 3 terdakwa masing-masing bertindak sebagai manajer, sopir manajer dan petugas timbangan menjadi terdakwa dugaaan perkara penipuan jual beli tandan buah sawit segar pada PT. SNS di Desa Malik, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Dalam persidangan sebelumnya terkuak adanya kerjasama ?pemalsuan slip penjualan dengan merekayasa jumlah timbangan, kendaraan angkutan hingga menyalahgunakan slip DO (Delivery Order).

Akibat perbuatannya, Mat Jais selaku pelapor dalam perkara ini sekaligus perusahaan suplayer tandan buah sawit segar ke PT. SNS mengalami kerugian sedikitnya Rp 92 juta. Mat Djais pada persidangan mengatakan tanggal 26 Maret lalu ia mengeluarkan DO atas permintaan Zulhairi untuk pengiriman buah sawit ke PT. SNS.

Karena telah percaya dengan manajer Zulhairi selaku manajer PT. SNS ia kemudian membayar uang sekitar Rp 40 juta pada 26 Maret malam setelah pengiriman dilakukan pada siang hari itu. Uang tersebut atas penjualan sawit yang didapat Zulhairi dari masyarakat lalu dipasok ke PT. SNS lewat perusahaan Mat Jais.?

“Tanggal 26 malem, saya bayarkan slip tagihan sawit yang 37 ton sekitar 40 juta, lalu tanggal 28 malem saya bayarkan Rp 50 juta lebih. Saya percaya karena dia pimpinan (manajer) pabrik. Biasa juga?, kalau orang bawa slip langsung saya bayar, selama ini saya tidak melihat buahnya, saya bayar dulu setelah 2 minggu baru dari pabrik bayar ke saya,” jelas Mat Jais.

Kecurigaan bermula ketika ia hendak mencairkan uang penjualan ke PT. SNS karena terjadi selisih yang jauh. Harusnya ia menerima uang sekitar Rp 500 jutaan namun waktu itu hanya Rp 400 jutaan. Lalu ia menghubungi PT. SNS yang didapat penjelasan bahwa jumlah barang tidak sesuai dengan DO. Masalah ini sempat dikomunikasikan ke Zulhairi namun tidak ada penyelesaian dan pengembalian uang miliknya. Istri Mat Jais, Aryani sempat membayar satu kali diantara 2 kali pembayaran pada bulan Maret ke Zulhairi.?

Modus yang dilakukan adalah, saat penimbangan sawit yang pertama mobil dimajukan ke timbangan setelah itu mobil yang sama mundur. Setelah mundur kemudian mobil tersebut dengan muatan sama maju lagi ke timbangan, dan dibuatkan slip timbangan palsu.

?Zulhairi sendiri melakukan hal itu dengan alasan ia bersama rekannya sedang butuh uang untuk persiapan lebaran. Pria asal Medan ini menyatakan, Ilham sempat menelepon dan mengatakan hendak meminjam uang. Lalu kemudian timbullah niat ia bersama Ilham memainkan timbangan penjualan buah sawit dari suplayer ke PT. SNS.

Lalu ia menelepon Mat Jais serta mengatakan mau memakai DO dan diizinkan. Kemudian ia mengaku diintruksikan Ilham agar saat masuk timbangan mobil seperti biasa menimbang, setelah selesai selanjutnya mundur, lalu masuk lagi ke timbangan. Selisih berat mobil pertama dan mobil kedua masuk timbangan 100 san kg karena ia bersama Ruli dan sempat masuk ke mobil pas timbangan kedua. ?

Aksinya diketahui tanggal 14 April lalu. Dari uang Rp 92 juta Zulhairi mendapat bagian Rp 50 jutaan, Ruli sebanyak Rp10 juta dan Ilham Rp 30 juta.? Sementara terdakwa Ilham yang merupakan warga asal Lampur dan bekerja pada bagian timbangan mengaku, ia yang menimbang. Selain itu juga yang menginput data timbangan. Ia akui ide pertama untuk aksi penipuan ini pertama kali tercetus dari sang manajer. (trh)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: