banner 728x90

BI Bakal Naikkan Suku Bunga Acuan

Ilustrasi

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan, pihaknya akan menggelar rapat dewan gubernur (RD) bulanan tambahan pada hari ini, Rabu (30/5).

Dari rapat tambahan tersebut, ada sinyal kuat bahwa BI akan kembali menaikkan suku bunganya.

’’Jadi, ada dua faktor, dinamika yang terjadi baik di luar negeri maupun terjadi ekspektasi dalam negeri yang cenderung tidak rasional dan ekspektasi rupiah menjadi lebih besar,’’ ujar Perry, Selasa (29/5).

BI telah menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-day repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,50 persen pada 17 Mei lalu.

Hingga akhir tahun, BI diprediksi menaikkan bunga acuan hingga 75 basis poin.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, sensitivitas kenaikan bunga acuan terhadap bunga perbankan lebih besar daripada ketika bunga acuan turun.

Jika BI 7-day repo rate naik 25 bps saja, transmisi ke kenaikan bunga deposito bisa terjadi dalam hitungan hari.

Sementara itu, efek ke bunga kredit sekitar 1–3 bulan. Memang ada faktor yang menjadi penunda transmisi bunga acuan.

Salah satunya, kondisi likuiditas bank masih cukup. Hal itu terlihat dari rasio kredit terhadap simpanan (LDR) di kisaran 89 persen.

Namun, Bhima menekankan jika tekanan bunga acuan terus naik, pertumbuhan kredit bisa lesu.

Efek ke pertumbuhan ekonomi pada 2018 juga terkontraksi menjadi 5,1 persen.

’’BI dihadapkan pada kondisi yang dilematis apakah memilih pro-stability atau pro-growth. Kelihatannya BI akan memilih stabilitas kurs meskipun dampak negatifnya mengganggu pertumbuhan sektor riil,’’ ujar Bhima.

Terkait ancaman melonjaknya suku bunga kredit, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menekankan bahwa pihaknya telah meminta industri untuk memenuhi janjinya agar tak langsung menaikkan suku bunga kredit.

Dia mengimbau perbankan untuk lebih fokus meningkatkan efisiensi dalam kegiatan operasionalnya.

’’Efisiensi kami tingkatkan, seperti branchless banking. Jadi, penghematan operasional bisa dilakukan. Tentunya, ini bisa membuat perbankan meminimalkan dampak kenaikan suku bunga,’’ jelas Wimboh. (ken/c7/sof)

Related Search

Rate this article!
Tags:
author

Author: