banner 728x90

BI: Daya Saing Babel Masih Rendah

banner 468x60

PANGKALPINANG – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung (Babel), Bayu Martanto menilai daya saing provinsi itu masih rendah yakni peringkat ke 28 dari 34 provinsi se Indonesia.

“Daya saing Babel secara keseluruhan masih rendah karena pemanfaatan potensi daerah belum maksimal,” ujarnya, Rabu (4/1).

Ia menjelaskan, daya saing tersebut salah satunya stabilitas ekonomi makro, perencanaan pemerintah dan institusi, kondisi finansial, bisnis dan tenaga kerja serta kualitas hidup dan pembangunan infrastruktur.

banner 300x250

“Diteliti dari sisi biaya tenaga kerja, upah buruh kita (Babel) merupakan tertinggi di Sumatera dan urutan ke empat secara nasional,” terangnya.

Menurutnya, zonasi kelautan dalam rangka pemanfaatan potensi kemaritiman juga perlu segera diselesaikan. “Adapun terkait infrastruktur pelabuhan laut dan ketenaga listrikan masih perlu terus untuk dicarikan pemecahan masalahnya dan ditingkatkan kapasitas serta kapabilitas,” ujarnya.

Ia menyebutkan, rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka adalah salah satu opsi yang menarik untuk mengatasi keterbatasan. “Jika jalur Pulau Sumatera dan Bangka bisa dilalui dengan transportasi darat maka akan mempermudah akses pembangunan di Babel,” jelasnya.

Ia mengatakan, sektor pariwisata juga mampu meningkatkan daya saing sebab banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan. “Daya saing yang tinggi akan mempengaruhi perekonomian di Babel sehingga hal demikian dinilai sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

Menurut dia, jarak yang relatif dekat dengan Jakarta dan Batam serta relatif banyaknya frekuensi penerbangan menuju Pangkalpinang dan Tanjung Pandan juga menjadi keunggulan pengembangan sektor pariwisata dan meningkatkan daya saing.

“Selain itu dengan potensi SDM yang kita miliki tersebut juga memberikan peluang untuk mengembangkan industri yang menciptakan nilai tambah terutama untuk sektor pertambangan, pertanian, perkebunan dan perikanan. Hal ini dapat memitigasi kerentanan fluktuasi, harga komoditas, SDM terhadap pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

(ant/rb)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: