banner 728x90

Bikin Haru, Pasangan Tuna Rungu Menikah Pakai Bahasa Isyarat

Pasangan Herry Siswanto dan Ratna Komalasari menunjukkan buku nikah seusai dinikahkan Kepala KUA Kelapa Kampit dengan menggunakan bahasa isyarat.

* Mengagumkan, 1 Kali Ijab Qabul Langsung Dinyatakan Sah

Menjadi penyandang disabilitas bukan suatu hambatan bagi seseorang untuk mengingat janji suci sehidup semati. Seperti pasangan tuna rungu, Herry Siswanto dan Ratna Komalasari, warga Kelapa Kampit, yang kini sudah sah menjadi suami istri.

==========

Menikah adalah sebuah prosesi sakral ikatan janji yang diucapkan dengan ijab qabul. Bagi pasangan normal, hal itu mungkin biasa, tetapi tidak bagi pasangan disabilitas. Tentu, berbeda dengan akad nikah yang bisa dilafalkan bahasa lisan.

Akad nikah pasangan disabilitas Herry Siswanto dan Ratna Komalasari, dilakukan di KUA Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Minggu (14/4) pagi kemarin. Herry merupakan warga Desa Aik Kelik dan Ratna warga Desa Senyubuk.

Meski menggunakan bahasa isyarat, prosesi sakral ini bisa berjalan lancar dan berlangsung khidmat. Warga pun nampak antusias menyaksikan pernikahan istimewa tersebut. Lebih mengagumkan, ijab qabul hanya satu kali dan langsung dinyatakan sah oleh para saksi tanpa diulang.

“Mantap, padahal banyak orang normal yang ketika melakukan akad nikah terpaksa diulang karena grogi atau terkesan ragu,” tutur salah seorang pengunjung yang penasaran terkait prosesi pernikahan penyandang disabilitas.

Kepala KUA Kelapa Kampit Aminollah yang ditemui setelah akad nikah menuturkan kebanggaannya pada pasangan catin (calon pengantin) tersebut. Misalnya ketika dilakukan pemeriksaan, bimbingan di Kantor KUA Kelapa Kampit, pasangan itu cepat tanggap dan paham terhadap penjelasan yang diberikan.

“Padahal kerap dijumpai pasangan normal yang harus diberikan penjelasan berkali-kali agar mampu memahami,” ujar Aminollah kepada Belitong Ekspres.

Menurut Aminollah, kedua mempelai ternyata akrab dengan dunia IT, khususnya media sosial. Pada awalnya, komunikasi dilakukan dengan bahasa isyarat seadanya dibantu dengan kerabat pengantin, kemudian melalui tulisan di chat WA.

“Akad nikah sebenarnya bisa dilakukan dengan tulisan maupun bahasa isyarat, namun setelah diadakan musyawarah kedua pihak keluarga sepakat untuk dilaksanakan dengan menggunakan bahasa isyarat dengan pertimbangan akad lebih cepat dan menghindari kesan ragu,” jelas Aminollah.

Aminollah menuturkan, dirinya sempat meminta bantuan Ibu Nani pengajar profesional dari SLB untuk memberikan training singkat kepada wali, calon pengantin dan saksi. Ibu Nani tidak hanya memberikan training, tapi juga menerjemahkan bahasa isyarat sewaktu akad nikah dan pembacaan sighat taklik.

Dari pantauan harian ini, sebenarnya para saksi dan wali sedikit banyak sudah mengerti bahasa isyarat. Bimbingan dari Ibu Nani membuat mereka semakin terampil, sehingga akad nikah berlangsung khidmat tanpa pengulangan.

“Semoga pasangan Herry Siswanto dan Ratna Komalasari dijadikan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah,” ucap Kepala KUA Kelapa Kampit, Aminollah. (Mukhlis Ilham)

Related Search

Tags:
author

Author: