banner 728x90

Bom Roket MK-82 Non Aktif Kini Jadi Koleksi Museum Tanjungpandan

Foto bersama Danlanud ASH usai penyerahan Bom Roket MK-82 non aktif di UPT Museum Tanjungpandan, Jum’at (12/7) siang.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Komandan Pangkalan TNI AU H AS Hanandjoeddin (Danlanud ASH), Letkol Pnb Akal Juang menyerahkan satu buah Bom Roket MK-82 (tidak aktif) kepada Kepala UPT Museum Tanjungpandan, Julias Suryanto, Jum’at (12/7) siang.

iklan swissbell

Bom Roket MK-82 (tidak aktif) ini diberikan TNI AU untuk menambah keperluan koleksi Museum Tanjungpandan. Usai diserahkan Bom Roket MK-82 langsung dipasang di bagian sisi kiri Halaman Depan Museum Tanjungpandan tersebut.

Untuk diketahui, Bom Roket MK-82 produksi General Dynamics mulai diperkenalkan pada awal tahun 1960. Karena punya daya hancur besar dengan bobot yang sedang, bom ini menjadi yang terlaris di pasaran dunia.

Selain digunakan pada perang Vietnam, MK82 ternyata sudah cukup lama digunakan oleh TNI AU. Adopsi bom ini hadir bersamaan dengan hadirnya pesawat tempur turbo propeller OV-10F Bronco pada tahun 1975 -1976. OV-10F Bronco mulai dioperasikan di Timor Timur pada bulan Oktober 1976.

Letkol Pnb Akal Juang berpesan, mudah-mudahan bom roket tersebut bisa dijaga dengan baik, dan dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai koleksi baru dari Museum Tanjungpandan. Bisa pula sebagai salah satu bentuk eksistensi, keberadaan TNI AU di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di Pulau Belitung.

“Semoga Bom Roket MK-82 yang merupakan bagian dari sejarah TNI AU ini dapat menambah wawasan masyarakat kita. Mereka, dapat melihat langsung, seperti apa bentuk roket yang biasa dibawa oleh pesawat tempur TNI AU,” ujar Danlanud ASH.

Sementara itu, Kepala UPT Museum Tanjungpandan, Julias Suryanto mengucapkan terima kasih kepada Lanud H AS Hanandjoeddin yang telah memberikan Bom Roket MK-82 (tidak aktif) tersebut.

Ia merasa suatu kehormatan dari Komandan Pangkalan TNI AU H AS Hanandjoeddin, yang secara resmi datang menitipkan barang tersebut sebagai tambahan koleksi Museum Tanjungpandan.

“Bom roket yang sudah tidak aktif ini, bisa sebagai koleksi kami. Selama ini kan, kita hanya melihatnya dari TV-TV saja. Sekarang, masyarakat dapat melihat langsung dari dekat, bagaimana bentuk, ukuran dan dayanya,” singkatnya. (rel)

Related Search

Tags:
author

Author: