banner 728x90

Budayawan Belitong Puji Pihak yang Peduli Terhadap Cagar Budaya

banner 468x60

TANJUNGPANDAN-Budayawan Belitong Usni Mariosha memuji itikad baik sejumlah pihak peduli terhadap Cagar Budaya Belitung. Apalagi ada orang yang ingin merawat, menjaga serta melestarikannya. Tentu langkah tersebut sangat baik, apalagi  Belitung merupakan salah satu daerah destinasi pariwisata di tanah air.

“Terutama saya ucapkan terima kasih kepada mereka (Satlantas) yang telah membersih dan mengecat kembali Monumen Apitule dan Monumen Perjuangan Rakyat Belitong . Monumen itu kan dulunya di buat pasti ada manfaatnya,” katanya saat ditemui Belitong Ekspres, Minggu (5/3) kemarin.

banner 300x250

Dilanjutkan Usni, Monumen Apitule yang tertulis dibuat tahun 1958 itu merupakan salah satu peninggalan PT. Timah. Meski demikian monumen tersebut sangat perlu dilestarikan, di jaga dan dirawat dengan baik. Soalnya cukup  banyak sejarah didalamnya. Apalagi Belitung daerah destinasi pariwisatanya Indonesia.

“Justu bagus kalau ada orang yang memperhatikannya. Kalau sebaliknya (dibuang,red) iya tidak boleh. Apalagi kedua monumen dan tugu itu memiliki sejarah yang sangat tinggi. Salah satu jembatan untuk mengingatkan Belitung dimasa lalu. Jadi saya sangat salut dengan orang peduli akan monumen itu,” ujarnya.

Seniman Gambus ini lalu menceritakan sedikit situs besejarah itu, sebelum bangunan itu digunakan untuk Barata Store. Gedung dua tingkat itu awalnya Kantor Pusat PT. Timah.
“Sebetulnya cukup banyak bangunan dilokasi tersebut, tak hanya Monumen Apitule saja. Tetapi ada pula tembok pagar yang sering digunakan anak muda untuk berkumpul dan bersilahturahmi,” tutunya.

“Ketika saya muda dulu, di depan itu lah kita sering berkumpul dan sharing bersama teman. Lokasi tersebut kita manfaatkan untuk menjalin tali silaturahmi dan lainnya. Disamping itu memang cerita rakyatnya di Pusat kota itu, seperti cerita yang Aik Seruk. itu kan awalnya dari situ, jadi bisa dikatakan lokasi tersebut sebagai tempat pemersatu,” kenangnya.

Usni berharap kedepannya monumen-monumen di Belitung lain juga dipedulikan dari sejumlah pihak. Soalnya ada beberapa peninggalan-peninggalan bersejarah yang terlihat tidak dirawat dengan baik.

“Mudah-mudahan kedepannya ada orang lain juga mau ikut merawat monumen-monumen kita ini. Jangan sampai nanti situs-situs bersejarah itu hilang begitu saja. Apalagi yang akan kita ceritakan dengan anak-anak cucu. Apabila tugu-tugu peninggalan itu sudah tidak lagi terlihat,” pungkasnya.(i1s)

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: