banner 728x90

Bulan Januari, Babel Alami Inflasi 3,25%

ilustrasi inflasi

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pada bulan Januari 2019 Bangka Belitung (Babel) tercatat mengalami inflasi yang terkendali sebesar 3,25% (yoy) atau secara bulanan sebesar 1,04% (mtm). Namun Tekanan inflasi pada bulan Januari 2019 masih diwarnai dengan peningkatan inflasi dari angkutan udara dan beberapa komoditas pangan.

“Inflasi bulan Januari 2019 masih cenderung terkendali dibandingkan dengan historisnya. Nuansa libur awal tahun masih memberikan tendensi peningkatan inflasi,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung Tantan Heroika kepada Belitong Ekspres, Kamis (7/2) kemarin.

Kata Tantan, secara spasial Kota Tanjungpandan mengalami inflasi yang lebih tinggi dibandingkan Kota Pangkalpinang. Inflasi Kota Tanjungpandan tercatat sebesar 1,23% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 3,53% (yoy). Sementara inflasi Kota Pangkalpinang tercatat sebesar 0,93% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 3,10% (yoy).

“Inflasi yang terjadi pada bulan Januari 2019 ini didorong oleh kenaikan inflasi dari kelompok bahan makanan yang memberikan andil sebesar 3,07% (mtm) sehingga memberikan andil 0,86%,” ungkapnya.

Dijelaskannya, tekanan inflasi dari kelompok bahan makanan ini disebabkan oleh meningkatnya inflasi dari sub kelompok ikan segar yang mengalami inflasi sebesar 7,11% (mtm). Kemudian meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2,75% (mtm) dengan komoditas ikan kembung yang memberikan andil terbesar sebesar 0,11%.

Selain itu, tekanan inflasi bahan makanan juga disumbangkan oleh beberapa komoditas diantaranya daging ayam ras dan beras. “Kenaikan inflasi dari sejumlah bahan pangan ini disebabkan oleh terganggunya jalur distribusi laut akibat gelombang tinggi sehingga mempengaruhi ketersediaan pangan lokal ditengah peningkatan permintaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara tahunan tekanan inflasi di Provinsi Bangka Belitung disebabkan oleh kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil inflasi tahunan sebesar 0,94%. Itu dengan bersumber dari tarif angkutan udara yang memberikan andil sebesar 0,80%.

Ia kembali menjelaskan, terjadinya inflasi angkutan udara secara tahunan ini ditengarai disebabkan adanya perubahan strategi bisnis. Dari seluruh level maskapai penerbangan yang menyebabkan perubahan struktur biaya dan tarif angkutan udara. Selain itu, adanya kenaikan airport tax juga memberikan dampak terhadap kenaikan inflasi angkutan udara.

Capaian inflasi yang stabil pada tahun 2018 diperkirakan akan dapat dipertahankan sesuai dengan target inflasi yang ditetapkan Pemerintah tetap berada pada rentang 2,5% – 4,5% (yoy). Akan tetapi, risiko inflasi yang muncul dari kelompok transportasi perlu diantisipasi.

“Pencapaian inflasi yang baik pada tahun 2018 dapat kita pertahankan di tahun 2019 ini. Upaya yang sudah dilakukan terus menerus oleh para pihak telah terbukti dapat mengawal stabilitas inflasi,” pungkasnya. (rez)

Related Search

Tags:
author

Author: