banner 728x90

Bupati Buka Lomba Festival Seni Budaya Belitong 2017

banner 468x60
Foto-A-Festival-Seni-Budayang-Belitong-2017

Bupati Beltim, Yuslih Ihza, saat membuka resmi kegiatan festival seni budaya Belitong, dengan melakukan pemukulan gambangan yang didampingi oleh Wakil Bupati, Plt. Sekda Beltim, Kapolres dan Kejari Beltim, di pantai Nyiur Melambai Manggar, Kamis (6/7) malam.

MANGGAR – Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza, SE membuka secara resmi Lomba Festival Seni Budaya Belitong 2017, yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur (Beltim), di kawasan Pantai Nyiur Melambai Manggar,  Kamis (6/7) malam.

banner 300x250

Lomba Festival ini merupakan lomba tahun keenam yang ditujukan untuk pelestarian seni dan budaya Belitong. Tujuan lainnya adalah untuk mencari perwakilan Kabupaten Beltim untuk lomba serupa di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Bupati Beltim, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting penting dan bermakna strategi dalam upaya menjaga melestarikan dan sekaligus mewariskan seni budaya Belitong kepada generasi penerus. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga masyarakat Beltim untuk menjadikan Pentas Seni Budaya Belitong tersebut.

“Ini sebagai momentum terbaik pembinaan seni budaya dan sarana hiburan, yang dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Budaya Belitong, terlebih lebih dalam menghadapi era globalisasi, ” ungkap Bupati Beltim.

Selain itu, Bupati juga mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengharapkan even ini dapat terus digelar secara berkesinambungan, disertai evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pegelaran.

Selain itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Beltim, Helly Tjandra mengatakan tujuan ini untuk melestarikan Seni dan Budaya Belitong.

“Tujuannya untuk melestarikan Seni dan Budaya di Belitong. Tujuan lainnya adalah terkait muatan lokal yakni tahu, menikmati, dan mencintai budaya lokal,” ungkap Kepala Disbudpar Beltim Helly Tjandra kepada wartawan.

Adapun lomba yang akan digelar adalah lomba Rudat, Rebana, tari kreasi, Berebut Lawang, Lesong Panjang, hingga lomba Memasak Masakan Daerah. Selain itu adapula lomba Stand Up Commedy ala Belitong yang dikenal dengan sebutan Ngelasak. Sementara total hadiahnya adalah Rp80 juta.

“Hadiah itu untuk pembinaan. Kami harapkan paritisapasi sanggar, umum, dan pelajar,” ujarnya.

Helly menambahkan, pihaknya membuat konsep atau tema Bari’e (Tempo dulu, red) pada lomba festival ini. Tema diambil agar seni budaya Belitong mendekati konteks aslinya. Lomba festival juga akan melibatkan generasi muda.

“Misalnya konsep Bari’e itu memasaknya pakai kayu api, lagi memasak beras, bermain gambus dan sebagainya,” sebutnya.

Kata Helly, lomba ini telah digelar sejak 2012 lalu untuk menjawab pertanyaan bahwa minimnya tujuan dan aktivitas  wisata di Pulau Belitung saat malam hari. Dia mengakui, lomba festival ini belum mendapatkan sambutan berarti. Menurut dia, sambutan kurang karena minimnya animo masyarakat.

“Di satu sisi kita bicara seni dan budaya, tapi di sisi lain saat ditampilkan, penontonnya sedikit. Ketika kami tampilkan musik, seperti dangdut dan sebagainya malah penonton banyak,” papar Helly.

Oleh sebab itu, Helly mengatakan pihaknya tak akan ada lelahnya untuk melestarikan lomba festival Seni dan Budaya Belitong. Tujuannya untuk menggugah kecintaan dan animo masyarakat.

Sementara itu, Ketua ASPPI Beltim Agus Pahlevi mengapresiasi Disbudpar Beltim yang menggelar agenda tahunan sebagai upaya pelestarian Seni Budaya Belitong. Menurut dia, ke depan, lomba festival Seni Budaya Belitong tidak hanya bersegmentasi lokal.

“Akan tetapi segemntasinya universal dengan mengangkat satu di antara jenis seni atau budaya yang ada dan bersifat universal di nusantara, lalu ditonjolkan,” kata Agus.

Dia mengatakan, pengemasan atraksi seni budaya Belitong tidak hanya berupa pertunjukan. Akan tetapi bisa juga melalui workshop dan sejenisnya.

“Terutama yang berkenaan dengan seni, sehingga menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk terlibat langsung dalam peran serta melestarikan dan mengembangkan seni yang ada. Kemudian tiap tahun ada pengembangannya sehingga memotivasi generasi muda,”pungkasnya.

Diketahui bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan mulai Kamis hingga Sabtu (6-8/7) dan di hari pertama pelaksanaan Festival Seni Budaya Belitong Tahun 2017 tampak meriah diikuti oleh sanggar-sanggar (kelompok penggiat seni budaya) yang berasal dari sekolah-sekolah (SLTP – SLTA) dan umum. Perlombaan yang dilombakan hari ini adalah lomba hadra, rudat tingkat pelajar dan rebana tingkat pelajar.

Selain dihadiri Bupati Beltim, Yuslih Ihza, pembukaan acara juga dihadiri oleh Wakil Bupati Beltim, Burhanudin, Plt. Sekda Beltim, Evi Nardi, Kapolres Beltim, AKBP.Nono Wardoyo, S.ik, Kejari Beltim, Widagdo, SH, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Beltim, Helly Tjandra dan Kepala OPD lainnya , Camat, Kepala Desa, penggiat seni dan budaya serta warga masyarakat lainnya. (feb)

Jadwal Lomba Festival Seni Budaya Belitong 2017 di Pantai Nyiur Melambai
    Kamis (6/7):
    1) Rudat dan Rebana tingkat pelajar (8.00 WIB-11.00 WIB)
    2) Lomba Hadra dan Lesong Panjang (13.00 WIB-17.30 WIB)
    3) Pembukaan dan Pentas Kreasi Seniman (19.30 WIB-selesai)

    Jumat (7/7)
    1) Lomba Masakan Khas Daerah, Berebut Lawang, dan Ngelasak  (8.00 WIB-11.00 WIB).
    2) Musik dan Tari (19.30 WIB-selesai)

    Sabtu (8/7) :
    1) Gambus dan Campak tingkat Pelajar (8.00 WIB-11.00 WIB)
    2) Vocal Group Lagu Daerah (13.00 WIB-17.00 WIB).
    3)Penutupan (19.30 WIB-selesai).

Related Search

banner 468x60
Tags:
author

Author: