banner 728x90

Bupati: Jangan Langgar Aturan!

banner 468x60

*Soal Permintaan “Kebijakan” Tambang di Atas Lahan Izin HTI

Bupati Belitm Yuslih Ihza

Bupati Belitm Yuslih Ihza. Foto : dok | belitongekspres.co.id

MANGGAR–Bupati Belitung Yuslih Ihza SE menegaskan, masyarakat harus memahami peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini baik di Pusat hingga produk peraturan di daerah. Sebab, jangan sampai penyampaian aspirasi yang disampaikan kepada Pemerintah daerah dengan tujuan agar diakomodasi, bahkan disetujui dan dikabulkan, justru menimbulkan perbuatan yang melawan hukum dan menabrak peraturan.

banner 300x250

“Kita tetap akan perhatikan aspriasi masyarakat. Tapi, jangan sampai apa yang akan dilakukan itu melanggar aturan. Tak ada kebijakan melanggar aturan,’’ tandas Yuslih kepada Belitong Ekspres, Sabtu (28/1), akhir pekan lalu.

Penegasan Bupati ini disampaikan menanggapi pertanyaan wartawan menyusul adanya aksi damai ratusan warga Beltim yang hendak meminta kebijakan Bupati soal tambang di areal hutan tanaman industri (HTI) yang dikelola oleh PT Indo Sukses Lestari Makmur (PT ISLM). Aksi damai di Kantor Bupati Beltim itu berlangsung Jumat (27/1) sekitar pukul 14.00 WIB, pekan lalu.

Menurut Bupati, lahan yang sudah dikuasai pengeolaannya oleh pemilik hak PT ISLM telah memenuhi kaidah perundang-undangan. Lantas, soal permintaan izin tambang, jelas itu tak mudah dilakukan mengingat semua ada aturannya. Apalagi, soal izin Pertambangan mineral seperti timah, kini sudah menjadi wewenang dari Pemerintah Provinsi dan Pusat.

“Silakan kalau masyarakat hendak mengajukan izin kepada Pemertinah. Pemda akan berikan dukungan asal semua tetap sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku,’’ kata Bupati di sela-sela kegiatan silaturahmi di salah satu warga di Kampit, Sabtu lalu.

Sementara itu, sumber-sumber Belitong Ekspres menyebutkan, apa yang terjadi di kawasan tambang di areal HTI PT ISLM sudah dinilai ilegal. Sebab, selain tanpa memiliki izin, penambangan yang dilakukan jelas-jelas di atas lahan yang pemanfaatannya untuk hutan.

“Areal di kawasan ini sudah ditanami karet sesuai izin yang diurus dan dijalankan sesuai prosedur yang ada. Tapi, yang jadi pertanyaan mengapa masih ada warga yang nekat menambang,’’ ucap Sumber kepada Belitong Ekspres.

Disebutkan pula, di beberapa lahan HTI juga telah dirambah oleh oknum-oknum masyarakat yang membuka lahan kebun sahang tanpa sepengetahuan pemilik hak kelola lahan dalam hal ini PT ISLM.

“Investor datang ke Beltim sudah dengan prosedur yang baik dan dilalui dari Pusat hingga daerah. Dan niat investor jelas-jelas untuk meningkatkan perekonomian daerah. Kalo soal tenaga kerja lokal, ya nunggu dulu karena belum operasi. Sekarang saja sekitar 300 pekerja sudah dipekerjakan karena lahan yang dibuka memang baru mampu menampung sejumlah itu. Beda ceirtanya jika lahan yang sudah dibuka ribuan, bisa juga ribuan pekerja bisa tertampung,’’ papar sumber tadi kepada BE.

Sesuai rencana, Senin (30/1) hari ini, Pemda dan instansi terkait termasuk Polres akan menjembatani aspirasi masyarakat. Diharapkan masalah ini akan segera selesai dengan baik. Yang pasti, sejumlah pihak meminta jangan memakai hukum “pokok” maksudnya, Pokoknya, pokok e ini dan itu semua pokoknya harus dijalankan.(feb/agu)

Related Search

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: