banner 728x90

Bupati Optimis Geopark Belitong Bisa Lolos

Bupati Beltim Yuslih bersama Bupati Belitung Sahani Saleh, Pimpinan Forkopimda dan Wakil Wali Kota Jambi H. Abdullah Sani, serta tamu undangan lainnya saat foto bersama.

*Masyarakat Diminta Terlibat Demi Suksesnya Program Geopark

MANGGAR-Kesadaran dan keterlibatan masyarakat sangatlah penting bagi pengembangan dan kemajuan program Geopark. Inilah hal paling utama dan selalu disampaikan para ilmuan yang hadir pada seminar Nasional Geopark Belitong, di ruang Satu Hati Bangun Negeri Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Jumat (9/12) pekan lalu.

Seperti yang disampaikan  Penyelidik Bumi Utama, Badan Geologi Nasional, Kementrian ESDM, Oki Oktariadi. Satu di antara pembicara dalam seminar tersebut ini mengatakan, kegiatan ini bertujuan berbagi pengalaman agar menginspirasi Geopark Belitong. Karena itu, harus ada kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk membangun Geopark Belitong (Belitong-sebutan untuk Pulau Belitung yang terdiri dari dua wilayah kabupaten,Red).

Menurut Oki, pada seminar ini dihadirkan Assesor Unesco (semacam tim penilai). Selain itu,  ada inspirari pengembangan yang bisa dilakukan untuk Geopark Belitung. Seperti halnya yang dilakukan di Pegunungan Sewu Geopark yang sudah diakui Unesco Global Geopark.

“Pegunungan Sewu itu sangat berakselarasi bagi pendapatan daerah dan pengembangan masyarakatnya. Dan itu jelas didukung penuh oleh Pemda dan juga masyarakatnya,” ungkap Oki kepada wartawan di sela seminar.

Dan, Itulah tujuan diselenggarakan seminar ini. Yakni menggugah, mengisnpirasi masyarakat Belitung. Misalnya saja warisan geologi Lava Bantal Siantu.

“Kita ketahui di Ciletuh Geopark itu, sama-sama memiliki lava bantal, dan Belitong juga mempunyai itu. Ciletuh Geopark umurnya 50 juta tahun, sedangkan di pulau Belitong ini umurnya mencapai 350 juta tahun. Dan, Itulah kelebihannya dan menjadi modal dasar, untuk kita ajukan ke Unesco nantinya,” sebut Oki.

Oki menyontohkan, seminar menghadirkan bagaimana wilayah lain seperti Pegunungan Sewu menjadikan lahan bekas tambang sebagai kawasan wisata. Sedangkan Belitong juga ada bekas tambangnya, dan diketahui sudah mulai terlihat pada kolong tambang timah dan kaolin seperti di Tanjungpandan.

Dia menyebut, dirinya sudah menerbitkan buku Warisan Geolgi Belitong. Dan ia pun sudah memetakan sekitar 30 situs warisan geologi. Pada seminar tersebut, banyak informasi yang membuat pemetaannya menjadi bertambah.

“Kalau ikon lain Kelapa Kampit Beltim. Itu juga sama dengan Lava Bantal Siantu Belitung. Umurnya sama, dan juga bekas tambang dan itu bisa dijual untuk wisata. Tadi diceritakan bagaimana Sawah Lunto hidup dari menjual wisata bekas tambang,” tuturnya.

Oki kembali menjelaskan, Pegunungan Sewu setelah ditetapkan sebagai Unesco Global Park adalah memenuhi proposal yang merupakan janji mereka untuk mengembangkan Geopark. Meski baru tujuh dari 10 janji yang dilakukan saja, Pegunungan Sewu sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa.

“Kunjungan wisatanya ke sana hampri lima kali lipat setiap tahun, dan itu sangat luar biasa. Mengapa di sana bisa, sedangkan di Belitong tidak? Karena itu mari kita bersama bulatkan komitmen untuk menjadikan Belitung sebagai kunjungan wisata dengan hadirnya Geopark,” tantang Oki.

Sementara itu senada disampaikan Ketua Tim Geopark Belitong, Dyah Erowati. Saat ditemui Belitong Ekspres,  Dyah mengatakan, Geopark merupakan suatu kawasan konservasi yang harus dikelola secara bertanggungjawab dan terhindar dari kerusakan.  Untuk itu, masyarakat juga diminta untuk menggalakkan Pariwisata Geopark, sehingga kesejahteraannya meningkat. Selain itu,  dengan rasa memiliki menyebabkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya yang kaya akan warisan geologi sangat tinggi.

Dyah menuturkan dua hal penting yang harus diperhatikan dalam usul Geopark Belitong. Pertama, Sumber Daya Manusia (SDM) dan kedua, manajemen atau kelembagaan pengelolaannya. seperti halnya kesadaran, sinergitas dan keterlibatan masyarakat sangatlah penting bagi pengembangan dan kemajuan Geopark. Sebab, jika tidak demikian, status geopark akan sulit diraih Belitong.

“Belitung ini adalah satu-satunya Geopark pulau. Karena merupakan satu hamparan geologi. Itu kelebihannya. Geosite yang lain juga bagus. Tapi, dua itu yang bernilai dan menjadikan Kami berani mengajukan ke Unesco, yakni Open Pit dan Bantal Siantu. Karenanya, untuk mencapai ke Unesco Global Geopark, Jalannya masih panjang, target kami Januari 2017 masuk Geopark Nasional, pada September 2017 akan kami ajukan proposal ke Unesco. Tentu ini perlu kerjasama berbagai pihak dan sinergitas,” ajak Dyah.

Sementara itu, Bupati Beltim Yuslih Ihza SE telah menandatangani nota kesepakatan kerjasama (MoU) pembangunan antar daerah dengan Kabupaten Belitung dan Yayasan ITB’81. MoU ini untuk Geopark Nasional dan Geopark Global Unesco Pulau Belitung. Penandatanganan dilaksanakan di Ruang Satu Hati Bangun Negeri Kantor Bupati Beltim, Jumat (9/12) pekan lalu.

Kedua Bupati Yuslih Ihza dan Bupati Belitung Sahani Saleh sama-sama berkomitmen dan bersinergi melakukan pengembangan Geopark Nasional dan Geopark Global Unesco.

“Ini adalah langkah awal kita. Nota kesepakatan yang akan dijalankan ini merupakan dasar hukum untuk dapat memanfaatkan sumber kemampuan dan potensi di bidang sosial, budaya, pariwisata, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal. Tentunya, guna mengisi dan melengkapi serta memperkuat satu sama lain dapat terwujud tujuan bersama sesu fungsi dan potensi, kerana itu perlu suatu kerjasama yang sinergis,” ungkap Yuslih.

Menurut Yuslih, langkah awal menuju Geopark Belitong ini bukan hanya dilakukan dengan penandatanganan MoU antara Kabupaten Beltim dan Belitung, juga dilaksanakan berbagai kegiatan Festival Geopark. Di antaranya seminar, Geofair, Mendongeng, Geobike, Geofoto dan rangakaian kegiatan terkait lainnya. Beberapa kegiatan seperti Geofoto dan Geofair dilangsungkan di Tanjung Kelayang.

“Geobike dengan mengambil rute start di Pangkuan Kampit dan finish di Tanjung Kelayang Sijuk, melewati rute wilayah Geosite akan memberikan makna tersendiri. Dan Geofair juga diikuti beberapa stan potensi-potensi wisata serta UMKM dari Kabupaten Belitung Timur,’’ papar Bupati.

Pastinya semua masyarakat Pulau Belitong akan mengharapkan dan mendambakan serta lebih bersinergi untuk mendukung kemajuan Geopark Belitung, sehingga menjadikan Pulau Belitong lebih dikenal dengan wisata Geosite yang diakui dunia.(adv/feb)

Related Search

author

Author: